Pencarian Berita


APH Harus Tangani, Tak Penuhi Syarat DPUTR KBB Tetap Tunjuk PT. BBP Kerjakan Rekonstruksi Jalan 2021

APH Harus Tangani, Tak Penuhi Syarat DPUTR KBB Tetap Tunjuk PT. BBP Kerjakan Rekonstruksi Jalan 2021

Bandung -- Meski tak penuhi syarat yang berujung dengan perkars, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat (DPUTR KBB) tetap menunjuk PT. Basuki Brahmanta Putra (PT.BBP) sebagai pelaksana pekerjaan Peningkatan Jalan Ranca Panggung-Cijenuk, Cijenuk- Sarinagen, Sarinagen- Baranangsiang, dengan nilai Rp79.616.547.562,68.

Pihak PUTR KBB, dalam tanggapannya yang diterima indofakta.com hari Senin, 20 September 2021 atas Mohon Konfirmasi yang telah disampaikan indofakta.com tanggal 15 September 2021 lalu, hanya mengandalkan pada aturan yang dibuat oleh pihaknya.

"Menurut Berita Acara Hasil Pemilihan Nomor : 027/187-BAHP/DPUTR/BAG.PENG/2021 yang dikeluarkan oleh Pokja UKPBJ KBB bahwa PT BASUKI RAHMANTA PUTRA telah lulus evaluasi dan memenuhi persyaratan sesuai BAB IV dokumen lelang," ujar Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUTR KBB, Aan Sofyan.

Dalam sorotan LSM Solusi yang diterima indofakta.com sebelumnya, bahwa PT. Basuki Rahmanta Putra tidak memenuhi syarat sesuai BAB IV dokumen lelang menjelaskan dalam LDP (Lembar Data Pemilihan) mensyaratkan bahwa persyaratan teknis yang harus dipenuhi Penyedia adalah memiliki kemampuan menyediakan peralatan Utama untuk melaksanakan pekerjaan 
yaitu : a. Bathching Plant dengan kapasitas 60 M3/jam sebanyak 2 unit tidak ditemukan di lapangan, kontraktor membeli Beton dari Bathching plant yang cukup jauh dari lokasi proyek, yang bisa  
mengakibatkan kwalitas Beton tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan; b. Dump truck kapasitas 8 ton sebanyak 3 unit dengan tersebar lokasi pekerjaan, ini sungguh sangat  
mengherankan karena hanya membutuhkan 3 unit dump truck untuk memobilisasi agregat. 
c. Excavator dengan tenaga 100 HP sebanyak 3 unit 
d. Truk mixer kapasitas 7 M3 sebanyak 3 unit yang ini juga mengherankan untuk menghantarkan adukan Beton dari Bathcing Plant dengan kapasitas 60 M3/jam yang harus melakukan 6 rit per jam per unit Truk mixer untuk mengimbangi kapasitas Bathching Plant, apakah mungkin sebuah Truck mixer 6 rit per jam.

Menanggapi jawaban dari Kabid Jalan Dan Jembatan DPUPR KBB tersebut, Lsm Solusi mengatakan,  "Jawaban tersebut normatif, hanya untuk berlindung didalam Berita Acara Hasil Pemilihan Nomor : 027/187-BAHP/DPUTR/BAG. PENG/2021 yang dikeluarkan oleh Pokja UKPBJ KBB. Ini namanya untuk menutupi kesalahan/kekurangan syarat-syarat. Harusnya pimpinan DPUTR KBB memeriksa ke lapangan, bukan hanya mempercayai laporan konsultan atau laporan bawahan. Kami sudah ke lapangan, apa yang dijawab oleh Kabid Jalan Dan Jembatan DPUTR KBB itu, diduga hanya untuk mengelak dari Kenyataan. Bukti mereka salah sudah jelas kok, termasuk ada gugatan di PUTN Bandung," papar BM Sihombing dari Lsm Solusi saat dimintai tanggapan atas jawaban Kabid Jembatan tersebut melalui telepon seluler nya (20-09-2021).

Kenapa dan digunakan untuk apa biaya yang sudah tersedia dalam dokumen untuk Bathching Plant ?  

"Kami tidak temukan adanya Bathching Plant dengan kapasitas 60 M3/jam sebanyak 2 unit tidak ditemukan di lapangan. Kontraktor membeli Beton dari Bathching plant yang cukup jauh dari lokasi proyek, yang bisa  
mengakibatkan kwalitas Beton tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan; b. Dump truck kapasitas 8 ton sebanyak 3 unit dengan tersebar lokasi pekerjaan, ini sungguh sangat  
mengherankan karena hanya membutuhkan 3 unit dump truck untuk memobilisasi agregat. Ini perlu diusut oleh Aparat Penegak Hukum ( APH)," tegas BM Sihombing. (Y CHS/Rls-DPUTR KBB-AS).