Pencarian Berita


Terungkap, Aa Umbara Minta Carikan Bendera Perusahaan Untuk Pengadaan Paket Sembako

Terungkap, Aa Umbara Minta Carikan Bendera Perusahaan Untuk Pengadaan Paket Sembako

Bandung -- Demi membuktikan Surat Dakwaan nya, Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (PU KPK) berupaya maksimal dalam mengungkap perkara korupsi yang dilakukan oleh Bupati non aktif Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam sidang hari Rabu (15-09-2021), PU KPK menghadirkan saksi dari kalangan pengusaha.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Surachmat, SH., MH, PU KPK, Budi Nugraha berkali-kali mencecar saksi Deni Indra Mulyawan yang merupakan rekanan Andri Wibawa, anak kandung Aa Umbara yang juga jadi terdakwa pada kasus tersebut. Awalnya, Deni tidak secara terbuka mengungkapkan soal permintaan Aa Umbara mencari bendera perusahaan untuk menggarap proyek bansos.

Deni mengatakan, awalnya diminta oleh Andri Wibawa menghadap Aa Umbara yang saat itu menjabat sebagai Bupati Bandung Barat.

Saat itu, dia bersama rekannya bernama Hardi datang ke kantor Aa Umbara di Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Saya perkenalkan diri. Saya disuruh Andri (Wibawa) datang. Hanya itu saja,” kata Deni.

“Lalu apa yang disampaikan Bupati?” tanya Budi Nugraha.

“Tidak bicara apa-apa, disuruh duduk saja dia bilang nanti panggil dulu orang PPK-nya,” aku Deni.

Mendengar itu, Budi tidak percaya begitu saja. Ia pun kemudian membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Deni.

“Kemudian Aa Umbara Sutisna mempersilakan ikut saja Dian dan Priyo dan cari benderanya pada pertemuan itu saya yang akan mengerjakan paket bansos. Apa betul seperti itu? terang Budi.

“Betul,” jawab Deni.

Deni pun mengaku bahwa dirinya setelah pertemuan itu langsung mencari perusahaan yang bisa ikut proyek pengadaan paket sembako Bansos COVID-19.

Ia kemudian menyodorkan CV Jaya Kusuma Cipta Mandiri dengan pemilik bernama M Yasin, kepada Andri Wibawa.

Menurut Deni, perusahaan tersebut mau ikut menggarap proyek bansos. Andri pun kemudian meminjam bendera CV tersebut. Setelah itu, kemudian disampaikan kepada Dinsos KBB.

Berdasarkan dakwaan, CV Jaya Kusuma Cipta Mandiri yang dipinjam oleh Deni dan Andri ini mendapatkan sebanyak 16.002 paket dengan biaya total Rp 4,8 miliar pada tahap pertama dan 24.536 paket dengan biaya Rp 7,3 miliar.

Deni lalu membenarkan adanya fee peminjaman bendera sebesar 1 persen dari nilai total pembiayaan.

Diketahui, Aa Umbara dikenakan pasal berlapis, korupsi dan gratifikasi. Dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 4 tahun serta denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp 1 miliar.

Aa Umbara Sutisna, selain dugaan korupsi pada proyek bansos rakyat miskin di KBB, juga didakwa menerima uang terkait mutasi, promosi dan mempertahankan jabatan struktural di Pemerintahan KBB dengan total Rp 463.500.000,00. Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan para saksi dari PU KPK (Y CHS).