Pencarian Berita


Kasus Asabri Terus Digali, Kali ini 11 Bos Perusahaan Diperiksa Kejagung

Kasus Asabri Terus  Digali, Kali ini 11 Bos Perusahaan Diperiksa Kejagung

JAKARTA -- Kepala Pusat Penerangan Hukum ( Kapuspenkum ) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung kembali memeriksa 11 (sebelas) orang saksi.

Pemeriksaan terhadap 11 orang dilakukan, terkait dengan dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi oleh PT. ASABRI (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019.

" Saksi-saksi yang diperiksa antara lain, DPH selaku Mantan Komisaris PT. Asabri tahun 2014-2019, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI)," kata Kapuspenkum Leonard Simanjuntak dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin ( 13/9/2021) malam.

Selanjutnya kata Leo, pemeriksaan terhadap TA selaku Fund Manager PT. Asia Raya Kapital, diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT. ASABRI dengan Tersangka TT.

" AAM selaku Direktur PT. Asanusa Asset Management, diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT. ASABRI dengan Tersangka TT," ujarnya.

Saksi berikutnya MZ selaku Direktur Operasional PT. Sucor Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI).
TAW selaku Direktur Utama PT. Asia Raya Kapital, diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT. ASABRI dengan Tersangka TT.
WW selaku Direktur Pemasaran PT. Asia Raya Kapital, diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT. ASABRI dengan Tersangka TT.
JW selaku Direktur PT. NH Korindo Sekuritas Indonesia, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI).

LVH selaku Mantan Komisaris Utama PT. Sinergi Millenium Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI).
MM selaku pihak swasta, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI).

Berikutnya IA selaku Direktur BCA Sekuritas, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI).
Dan SG selaku Sales Marketing PT. Yuanta Sekuritas Indonesia, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI).

" Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT. ASABRI (Persero)," ungkap Leo panggilan Kapuspenkum Kejagung Leonard Simanjuntak.

Sebelumnya diketahui, Kejagung kembali menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri inisial TT pada Kamis (26/8/2021) lalu. Sehingga total ada 10 orang tersangka.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti aturan protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 3M. (Muzer/ Rls )