Pencarian Berita


PN Bandung Hukum Ringan Pencuri Uang Dan Barang Ratusan Juta, Dituntut Langsung Putus

PN Bandung Hukum Ringan Pencuri Uang Dan Barang Ratusan Juta, Dituntut Langsung Putus

Bandung -- Meski terbukti melakukan pencurian,  Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus melalui Majelis Hakim yang diketuai Taryan Setiawan, SH hanya menghukum ringan Shilton Ardiles Situmorang (36) dan Nina Nur Firdaus (35). Kedua terdakwa melakukan pencurian uang dan emas senilai ratusan juta milik Rully Parulian Sihombing.

Pada sidang hari Kamis (15-07-2021) melalui online dimana terdakwa berasa di Rutan, Shilton Ardiles Situmorang dihukum pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan Nina Nur Firdaus pidana penjara selama 1 (satu) tahun masing-masing dipotong masa penahanan sementara. Padahal kepada mereka dikenakan Pasal 363 ayat (3 e) dan (5 e), dengan ancaman pidana penjara selama 6 (enam) tahun. Dari terdakwa selain uang, emas juga disita senjata api seperti airsoft gun berbagai jenis, yaitu revolver, glock 19 dan combat master.

Ada kejanggalan yang timbul dalam proses penyidangan perkara pencurian ini. Selain Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim terkesan buru-buru (ingin cepat selesai atau ada hal lain?). Agenda sidang yang seyogyanya hanya pembacaan Surat Tuntutan oleh JPU Norma Dhiastuti, SH dan Rahmi izharti, SH langsung Pembacaan Putusan (Majelis Hakim memutus tanpa membuat Surat/materi Putusan secara tertulis alias lisan? ). Pembacaan Surat Tuntutan dinilai pihak korban tidak jelas, dibacakan atau tidaknya. Hal tersebut dibantah oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

"Tutuntutan tsb dibacakan JPU berdasarkan fakta yg terungkap di persidangan bang," ujar Iwa Suwia Pribawa, SH saat dihubungi indofakta.com hari Kamis (15-07-2021).

Sesuai fakta dalam perkara No Register : 442.B/2021/PN. Bdg, Keduanya telah mencuri ratusan gram emas ditambah uang Rp 450 juta dimana pelaku utamanya adalah Shilton Ardiles yang mencuri di rumah Rully Parulian Sihombing di Jalan Ujungberung Indah Blok 17 No 1, Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat. Sedangkan Nina Nur Firdaus yang berstatus sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah Rully berperan sebagai pemberi informasi keberadaan korban saat Shilton Ardiles hendak beraksi dan tidak Selain itu Nina pun mengetahui dan tidak melaporkan jikalau Shilton Ardiles yang melakukan aksi pencurian. Nina bahkan mendapatkan bagian dari hasil kejahatan yang dilakukan terdakwa.

Perbuatan terdakwa dilakukan dalam 3 (tiga) kali dari kurun waktu akhir Januari 2021 hingga Februari 2021. Modus Shilton Ardiles yang beralamat di Jalan Cinambo Indah No. 112, Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo Kota Bandung dan Nina Nur Firdaus warga Kompleks PU Blok B Nomor 115, Kelurahan Kujangsari, Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung itu adalah, sebelum beraksi, Shilton Ardiles menelepon Nina Nur Firdaus yang merupakan ART korban. Nina Nur memberi tahu bahwa korban sedang berada di kantor. Saat itulah Shilton melakukan pencurian di rumah korban. Shilton lalu memasuki rumah dan kamar korban melalui jendela dengan merusak tralis menggunakan obeng. Pada pencurian pertama pada awal Januari 2021, terdakwa menggasak 8 (delapan) keping emas logam mulia Antam seberat 177 (seratus tujuh puluh tujuh) gram, yang terdiri dari 2 (dua) keping masing-masing 50 gram, dua keping masing-masing 25 (dua puluh lima) gram, 1 (satu) keping seberat 2 (dua) gram, 1 (satu) keping 5 (lima) gram, dan 2 (dua) keping masing-masing 10 (sepuluh) gram. Selain itu terdakwa juga mengambil uang tunai Rp 20 juta yang  diambil dari dalam lemari.

Perbuatan kedua terjadi pada pertengahan Januari 2021 sekitar pukul 18.30 WIB, terdakwa mengambil uang Rp 150 juta dan barang. Lalu pencurian ketiga kalinya dilakukan pada Senin 1 Februari 2021 sekitar pukul 21.00 Wib dengan cara yang sama. Terdakwa menggasak uang tunai Rp 280 juta di dalam koper warna abu di dalam plastik berwarna hitam.

Ratusan gram emas hasil curian tersebut dijual kepada orang tak dikenal di sekitar PT Antam, Jalan Dago, Kota Bandung. Dari hasil penjualan emas tersebut Shilton membeli berbagai barang di antaranya sepeda motor.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain : 3 (tiga) unit sepeda motor Yamaha RX King, 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio, airsoft gun berbagai jenis, yaitu revolver, glock 19 dan combat master.
Selain itu juga diamankan 1 (satu) keping emas antam seberat 10 gram, 2 (dua) unit ponsel, 3 (tiga) Rekening ATM BCA dan Buku Rekening, dan uang tunai Rp 52 juta.

Perbuatan kedua terdakwa dikenakan  dijerat Pasal 363 ayat 3 e dan 5 e KUH-Pidana juncto Pasal 56 KUH Pidana jo. 55 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara selama 6 tahun. (Y CHS).