Pencarian Berita


Kejati Jabar Prihatin Dan Serahkan Perusakan Kantor Kejari Oleh Pengunjuk Rasa Kepada Polri

Kejati Jabar Prihatin Dan Serahkan Perusakan Kantor Kejari Oleh Pengunjuk Rasa Kepada Polri

Bandung -- Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyayangkan terjadinya aksi perusakan yang dilakukan sekelompok orang terhadap Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna. Pengunjuk rasa yang mengaku sebagai pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS), melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Senin, (12-07-2021) dengan tuntutan agar Habib Rizieg Sihab (HRS) dibebaskan berujung ricuh dan sempat terjadi bentrokan dengan aparat yang melakukan penjagaan.

Pelemparan kantor dengan menggunakan batu tersebut, menimbulkan rasa prihatin pihak Kejati Jabar sebagaimana disampaikan oleh Kasi Penkum Dodi Gazali Emil, SH., MH (12-07-2021).

"kami prihatin atas kejadian  di depan kantor kejari kab tasikmalaya pada hari ini," ujarnya melalui pesan singkat WhatSapp kepada indofakta.com (Senin malam).

Meski sempat terjadi aksi unjuk rasa dan pelemparan batu, seluruh kegiatan di kantor tersebut tidak terganggu.

"aktifitas kantor kejari kab tasikmalaya pada hari ini tetap berjalan seperti biasa, persidangan tetap berjalan dengan baik,serta kegiatan vaksinasi yg awalnya sempat tertunda, dapat dilaksanakan dengan baik," terangnya.

Diakui oleh Emil, meski terjadi pelemparan dan  pagar kantor digoyang, tidak ada fasilitas kantor yang rusak. Adanya kejadian tersebut perlu diusut oleh pihak Polri.

"terkait dengan penanganan lebih lanjut atas kejadian tersebut kami serahkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Tasikmalaya," pintanya.

Dikabarkan bahwa para pengunjuk rasa mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasi. Saat melakukan  unjuk rasa, terjadi kericuhan karena para pengunjuk rasa memaksa masuk ke Kantor tersebut dan berupaya merobohkan gerbang sambil melempari petugas yang berjaga di kantor Kejaksaan Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu sekelompok massa tersebut melakukan aksi perusakan kendaraan milik Polri dan 1 (satu) orang petugas mengalami luka. Setidaknya tiga kendaraan dirusak massa yang diduga pendukung HRS tersebut dengan menggunakan batu dan lainnya. Hingga saat berita ini ditayangkan, Polres Tasikmalaya telah mengamankan puluhan orang dan alat-alat yang digunakan untuk merusak. (Y CHS).