Pencarian Berita


Menjadi BLUD, SMK Lebih Memacu Kompetensi Anak Didik

Menjadi BLUD, SMK Lebih Memacu Kompetensi Anak Didik

JABAR - Guna meningkatkan kompetensi siswa, pemerintah mendorong sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memperoleh bantuan revitalisasi mengubah bentuk jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dorongan mengubah SMK menjadi BLUD ini diarahkan kepada pemerintah provinsi yang menjadi penanggungjawab pendidikan menengah kejuruan.


Sementara SMK yang baik untuk diubah menjadi BLUD itu salah satu persyaratannya sudah memiliki workshop atau bengkel (teaching factory).


Melalui BLUD maka teaching factory SMK akan melatih siswa untuk dapat melakukan proses produksi selayaknya industri. Inovasi yang diciptakan para pelajar SMK ini tidak hanya menjadi pajangan praktik saja namun produk yang mampu dipasarkan sesuai standar industri.


Saat ini sudah cukup banyak produk siswa SMK yang hebat. Selain itu juga banyak yang berpotensi dipatenkan dan diproduksi massal, sehingga BLUD cocok diterapkan di SMK teaching factory.


“Saya sarankan SMK yang sudah menerima bantuan revitalisasi ini dapat segera menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD yang mampu menghasilkan (income generator). Nantinya digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan SMK itu.


Kerjasama dengan dunia industri tidak hanya praktik, namun SMK juga bisa mengajak industri agar mau menyusun kurikulum bersama dan juga memberikan rekognisi melalui sertifikasi kompetensi kepada para lulusan.


Kerjasama dengan industri harus yang telah memiliki reputasi sehingga sertifikatnya bisa diakui dan pegawai industri juga bisa mengajar, nantinya.


Saat ini SMK memegang peranan penting dalam melengkapi pesatnya pembangunan yang bersifat fisik. Oleh karena itu, Kemendikbud pun serius menguatkan peran SMK melalui Program Revitalisasi SMK yang sudah berjalan. Revitalisasi ini akan menopang, mendukung, melengkapi semakin banyaknya pembangunan infrastruktur fisik guna mendukung dialihkannya SMK menjadi BLUD.


Strategi pemerintah saat ini sedikit bergeser, yakni dari sebelumnya yang fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, menjadi lebih fokus kepada pembangunan sumber daya manusia (SDM). SMK pun menjadi andalan pemerintah dalam menyiapkan tenaga terampil. Lagipula kalau kita ingin maju, maka harus menyiapkan tenaga kerja terampil  tepatnya SMK, tetapi SMK yang bagus pastinya.


Revitalisasi SMK telah memberikan dampak diantaranya yaitu semakin eratnya hubungan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI/IDUKA), meningkatnya tingkat kebekerjaan siswa, serta kurikulum yang berbasis kebutuhan industri.


Sekarang ini yang terjadi kita balik, bukan lagi supply based, tetapi demand based. Jadi kurikulum berbasis permintaan (industri) ini yang paling tepat. Melalui BLUD, SMK yang memiliki produk-produk unggulan dapat mengelola proses produksi di teaching factory secara lebih fleksibel tanpa melanggar peraturan. Kemendikbud terus mendorong SMK yang layak untuk menjadi BLUD. Sesuai dengan kewenangan, maka regulasi ditetapkan oleh pemerintah daerah, yakni gubernur.


Karena sekolah di bawah tanggung jawab provinsi, maka aturannya adalah Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri). Serta Permendagri yang terbaru, yakni Permendagri Nomor 79/2018 sudah ada tentang BLUD. (Abur Mustikawanto, Cadisdikwil 12, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya)