Pencarian Berita


Diduga Korupsi Dana Usaha, Kejari Majalengka Menahan Dirut BUMD PD. Sindang Kasih Multi Usaha

Diduga Korupsi Dana Usaha, Kejari Majalengka Menahan Dirut BUMD PD. Sindang Kasih Multi Usaha

Majalengka -- Setelah mengantongi lebih dari 2 (dua) alat bukti, Kejaksaan Negeri Kabupaten Majalengka melakukan penahanan terhadap Dirut BUMD PD Sindang Kasih Multi Usaha (PD. SKMU) di rutan. Tersangka diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

Rilis yang diterima indofakta dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Majalengka, H. Dede Sutisna, SH., MH hari ini (30-03-2021) mengabarkan bahwa, "Alhamdulillah proses penahanan berjalan dengan lancar atas bantuan pak Kapolres dan teman-teman dari Kasat Tahti dan jajarannya pada Polres Majalengka. Sebelum dilakukan penahan terhadap tsk, dilakukan swab rapid antigen dengan hasil negatif covid," ujarnya.

Masih menurut Kajari, "Sesuai dengan Pasal 24 Ayat (1) KUHAP melakukan penahanan terhadap tersangka J selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini Selasa tanggal 30 Maret 2021, penahanan dilakukan di Rutan Polresta Majalengka," papar H. Dede Sutisna, SH., MH.

"Dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan Dana Usaha pada BUMD PD. Sindang Kasih Multi Usaha) milik Pemerintah Kabupaten Majalengka terus bergulir. Jaksa penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Majalengka setelah memeriksa puluhan saksi dan menerima Bukti Surat berupa hasil audit perhitungan kerugian negara sebesar Rp1,99 miliar dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) Perwakilan Provinsi Jawa Barat serta pemeriksaan Keterangan AHLI.

Dalam keterangannya, "Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten (Kajari) Majalengka H.DEDE SUTISNA, SH.MH didampingi Kasi Intelijen ELAN JAELANI, SH.MH dan Kasi Pidsus GUNTORO JANJANG SAPTODIE, SH . MH mengatakan bahwa, “alasan penahanan terhadap tersangka yaitu alasan obyektif tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari 5 tahun dan diluar pasal pasal lain yang telah ditetapkan dalam KUHAP juga alasan subyektif adanya kekhawatiran tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana“ sebagai mana dalam Pasal 21 KUHAP. Selain itu juga Kajari mengatakan bahwa penahanan ini juga untuk mempercepat proses penyidikan dan persidangan.

Untuk diketahui juga bahwa Jaksa Penyidik dalam kasus ini telah berhasil menyita uang sekitar Rp650.700.000, dan masih melangsungkan kegiatan asset tracing harta benda tersangka guna menutupi kerugian negara yang terjadi dalam kasus yang terjadi di BUMD milik pemerintah kabupaten Majalengka ini."

Masih menurut Dede Sutisna, "Kejari Kabupaten Majalengka memohon bantuan dan doa nya kepada masyarakat Majalengka agar pihaknya bisa cepat berhasil mengembalikan kerugian keuangan negera cq. Pemkab Majalengka tersebut sehingga bisa digunakan untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat Majalengka. Kejari Kabupaten Majalengka mengingatkan agar pengelolaan BUMD dilakukan dengan baik dan benar sehingga bisa menghasilkan pendapatan bagi pemkab Majalengka sehingga bisa digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Majalengka."

"Selain itu juga Kejari menyarankan agar Satuan Pengawas Internal bekerja secara profesional sehingga penyimpangan -penyimpangan keuangan bisa diminimalisir." (Y CHS/Rls-DS).