Pencarian Berita


"Kado HUT Ke - 71 Satpol PP dan Ke - 59 Satlinmas"

Jabar -- Stigma kurang beruntung kepada Satpol PP dan Satlinmas perlu dijawab oleh kinerja Satpol PP dan Satlinmas yang lebih profesional, berintegritas, dan tetap melayani sepenuh hati.

Untuk bisa berkinerja menjadi lebih profesional, berintegritas dan selalu melayani dengan hati, harus dimulai dengan perubahan pola pikir (paradigma) Satpol PP itu sendiri.

Ade Afriandi mengatakan “Stigma "Tibum-Razia-PKL" bagi Satpol PP dan stigma "Ada drum ada Linmas" bisa dieliminir jika kita mulai kedepankan paradigma keberadaan Satpol PP untuk memberikan pelindungan kepada masyarakat, agar hadir rasa aman, nyaman dan tenteram di hati dan pikiran masyarakat. “ tuturnya.

Apabila kenyamanan dan ketentraman dirasakan masyarakat, maka masyarakat akan bisa melaksanakan berbagai aktifitasnya tanpa harus melakukan pelanggaran aturan/kebijakan Pemerintah/Pemda.

Selain itu Ade pun memaparkan “Upaya penindakan terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran, harus menjadi bagian akhir dalam pelayanan Satpol PP, karena upaya "preventif" dan "preemtif" yang dilakukan Satpol PP menjadi proses awal dalam pelindungan masyarakat” pungkasnya.

Kepatuhan masyarakat itu tumbuh karena kesadaran masyarakat sendiri untuk patuh, bukan karena diberi Sanksi atau karena ada Operasi.

Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi Satpol PP dalam memberikan 
pelindungan masyarakat, melalui sebuah upaya membangun Satlinmas Juara atau SALIRA. SALIRA merupakan mimpi dan harapan membangun Satlinmas yang memiliki kemampunan dalam preventif dan preemtif hadapi gangguan trantibum maupun bagian dalam memitigasi bencana di lingkungan warga. SALIRA mampu berbuat dan bertindak dalam 1 Jam Pertama atau "One Hour" setelah bencana itu terjadi.

Satlinmas Juara atau SALIRA merupakan sebuah upaya Satpol PP Jabar dalam membangun paradigma baru untuk melawan stigma, sebagai Kado HUT Ke-71 Satpol PP dan HUT Ke-59 Satlinmas, yang disumbangsihkan dari Satpol PP Jabar kepada Masyarakat.(nur)