Pencarian Berita


Atasi Banjir Perkotaan, Perlu Ada Koordinasi lintas Pemerintah

Atasi Banjir Perkotaan, Perlu Ada Koordinasi lintas Pemerintah

Adikarya Parlemen

Jabar -- Perkembangan terkini bencana alam , di Jabar terjadi banjir di perkotaan, diantaranya di wilayah Bekasi.

Bersamaan dengan banjir di kawasan bekasi yang diantaranya melanda kawasan permukiman, bencana serupa juga terjadi di DKI Jakarta.

Melihat kondisi tersebut, untuk memperbaiki kondisi itu, hal yang diperlukan koordinasi antara Pemerintah Pusat,   beberapa Provinsi yang berbatasan dengan Jabar serta Pemerintah Kabupaten/Kota.

Hal ini, diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, dalan keterangannya kepada media baru-baru ini.

Koordinasi lintas pemerintah dalam mengatasi persoalan-persoalan banjir di perkotaan ungkap Hasbullah berimplikasi pada perlunya penanganan banjir secara terintegrasi termasuk diantaranya untuk perbaikan infrastruktur.

Sebagai gambaran saja menyikapi persoalan banjir di kawasan Bekasi, salah satunya disebabkan oleh meluapnya Sungai Bekasi.

Untuk menyelesaikan persoalan sungai tersebut, dari sisi kewenangan merupakan tanggung jawab Pemerintah Pusat.

Untuk menyelesaikan sungai tersebut, termasuk jika ada yang perlu diperbaiki harus dialokasikan dana yang bersumber dari APBD dengan pelaksana teknis Direktorat PSDA Kementerian PUPR.

Bencana banjir, di wilayah Bodebek juga dipicu oleh kenaikan debit air di sungai Cikeas.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, karena kewenangan pengelolaan sungai ini ada dibawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jabar, maka diharapkan Pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas PSA dapat melakukan perbaikan termasuk perbaikan waduk di sekitar sungai tersebut.

Selanjutnya, salah satu penyebab banjir di perkotaan yang melanda permukiman penduduk, diakibatkan buruknya drainase.

Untuk menyelesaikan persoalan ini Pemkab/Pemkot setempat segera  melakukan perbaikan drainase.

Dengan kondisi demikian, ujar Hasbullahmelalui penyelesaian banjir dari hulu hingga hilir , banjir di perkotaan tak akan terjadi lagi di waktu-waktu yang akan datang.(nur)