Pencarian Berita


Diduga Korupsi Miliaran, Kejati Jabar Tetapkan Tiga Tersangka Revitalisasi Pasar Leles Garut

Diduga Korupsi Miliaran, Kejati Jabar Tetapkan Tiga Tersangka Revitalisasi Pasar Leles Garut

Bandung -- Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah menetapkan 3 (tiga) orang tersangka dalam kasus Revitalisasi Pasar Leles Garut. Kerugian negara mencapai Rp 1,9 miliar.

Hal tersebut diungkap oleh Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Riyono, SH., MH hari ini (22-02-203-21). Kepada indofakta, Riyono menyampaikan bahwa, "Penyidik Pidsus Kejati Jabar telah menetapkan 3 Tsk (tersangka) dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi revitalisasi pasar Leles Kabupaten Garut pada tgl 9 Februari 2020." Menurutnya sudah ada 3 (tiga) orang yang menjadi tersangka. "(dengan Tsk : 1). PF selaku PPK, 2). RNN (swasta) dan 3). ARA (Kuasa Direktur PT Uno Tano Seuramo)."

Masih menurut  Aspidsus, perbuatan ketiganya adalah melakukan rekayasa  terhadap dokumen yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

"Modus yg dilakukan adalah rekayasa dokumen penawaran utk memenuhi persyaratan lelang serta pekerjaan tidak sesuai spesifikasi yg merugikan keuangan negara +/- Rp 1,9 M, perhitungan teknis oleh Ahli dari UGM dan Auditor BPKP Jabar," papar Aspidsus.

"Terkait pihak yg dimintai pertanggungjawaban tergantung dari fakta yg diperoleh dari hasil penyidikan berdasarkan alat bukti yg ditemukan oleh Tim   Penyidik.
Perlu saya tambahkan bahwa Tim Penyidik bertindak dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah, dan menjunjung tinggi profesionalitas dalam penegakan hukum," pungkasnya.

Media indofakta pada 26/6/2019 lalu telah memberitakan bahwa, "Kerugian negara sudah timbul pada tahap I pembangunan Pasar Leles. Selaku Pemangku Kewajiban, Bupati harus memperlihatkan pro rakyat khususnya pedagang sekaligus menyelamatkan uang negara dengan segera. 

Pantauan indofakta di lapangan hari ini, Tim dari Pidsus Kejati Jabar sedang melakukan pemeriksaan di lokasi proyek. Pemeriksaan tersebut masih terus dilakukan. "Masih menunggu alat untuk mengebor," ujar salah satu Anggota Tim.

Dikutip dari pemberitaan Humas Diskominfo Kabupaten Garut (26-2-2019) yang mengabarkan, "Pengerjaan pembangunan apapun itu, dikerjakan tidak secara profesional berakibat pekerjaan terbengkalai. Hal tersebut terjadi pada pembangunan pasar Leles yang dimenangkan tendernya oleh PT Uno Tanoh Seuramo dikerjakan ke Pihak lain tanpa ada pemberitahuan kepada Pemkab Garut.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Garut H. Rudy Gunawan, SH, MH saat dikonfirmasi media, Selasa (26/02/2019).

"Ini menunjukkan Pihak pengembang PT Uno Tanoh Seuramo tidak profesional dan tidak punya modal, saya sangat kecewa sekali," tegas Bupati.

Lanjut Bupati Garut, dampak dari kurang profesionalnya pemborong berakibat pengerjaan pasar Leles menjadi Molor, sehingga mengganggu para pedagang yang berdagang di tempat sementara.

”Berbagai pembangunan di kabupaten Garut harus maksimal dan berkualitas, kalau seperti ini apa jadinya, atas kejadian ini pemborong pasar Leles harus di Black List, dari 26 Milyar yang Pemkab anggarkan baru 16 Milyar, sisanya 10 Milyar untuk melanjutkan pembangunan Pemkab Garut akan melakukan lelang kembali," terang Bupati Garut.

Sementara itu, dari keterangan Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan perdagangan ESDM Uus R Maulana menerangkan, terungkapnya kisruh yang terjadi dalam proses pembangunan pasar Leles setelah adanya pengaduan warga kepada Pemkab Garut yang merasa dirugikan oleh pemegang tender.

”Ada pengaduan dari pihak Subcon yang belum menerima pembayaran dari pihak pemborong serta tunggakan kepada penyuplai barang dan upah kerja dengan nilai total 1,5 Milyar rupiah," terang Uus.

Dijelaskan Uus, proyek pembangunan pasar Leles sedianya dilaksanakan oleh PT Uno Tanoh Seuramo, tetapi tanpa pemberitahuan ke Pemkab Garut pelaksanaannya dikerjakan oleh perusahaan lain (Sub kontrak) dengan beberapa perusahaan.

”Hal ini diketahui setelah adanya kisruh yang terjadi baru – baru ini, di mana pihak sub kontrak merasa dirugikan karena adanya tunggakan pengerjaan yang dinilainya Rp 1.5 M belum dibayarkan” jelasnya. ( Y CHS).