Pencarian Berita


Pengadilan Tipikor Bandung Tunda Sidang Korupsi RTH, Warga Binaan Lapas Sukamiskin Terpapar Covid-19

Pengadilan Tipikor Bandung Tunda Sidang Korupsi RTH, Warga Binaan Lapas Sukamiskin Terpapar Covid-19

Bandung -- Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung Kls IA Khusus terpaksa menghentikan lanjutan sidang korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Dadang Suganda. Pasalnya ratusan warga binaan Lapas Sukamiskin Kota Bandung diduga terpapar covid-19.

Sidang tindak pidana korupsi Pengadaan Tanah Untuk Sarana Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan TPPU tersebut seyogyanya memeriksa beberapa saksi fakta yang dihadirkan oleh Penuntut Umum KPK pada hari Selasa, 16-02-2021 akhirnya ditunda. Menurut Majelis Hakim yang diketuai T. Benny Eko Supriyadi, SH., MH akan dilanjutkan pada tanggal 4 Maret 2021 mendatang.

Seusai penundaan, salah satu Penuntut Umum KPK Haerudin mengatakan bahwa sidang ditunda akibat terdakwa Dadang Suganda tidak memungkinkan hadir secara langsung maupun virtual.

"Yah (sidang) tunda, terdakwa tidak bisa dihadirkan karena sakit. Tadi kan hakim sempat bertanya ke pihak Lapas apa mungkin dihadirkan  virtual, jawabnya kan mereka tidak ingin ambil resiko," ujarnya, di halaman parkir PN Tipikor Bandung.

Ditambahkan oleh Haerudin, sidang akan kembali dilanjutkan tanggal 4 Maret 2021 dengan agenda keterangan beberapa saksi fakta dan ahli. Rencananya Penuntut Umum KPK masih akan menghadirkan saksi fakta,  ahli dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK). 


"Saksi ahli kan harus terjadwal mereka bisanya kapan, kita belum bisa memastikan apakah semua atau sebagian yang hadir  pada sidang mendatang," tuturnya.

Di tempat terpisah, Penasehat Hukum Dadang Suganda, Efran Helmi Juni mengatakan, sidang ditunda selama dua pekan mengingat kondisi kesehatan kliennya yang tidak memungkinkan. 


"Ternyata kan Pak Dadang dinyatakan sakit, tentu dengan mempertimbangkan prioritas kesehatan beliau, sidang ditunda dua pekan. Tentunya itu sambil melihat kondisi kesehatan beliau," ujarnya.

Menurutnya, saat ini sekitar 60 warga binaan Lapas Sukamiskin Bandung terpapar Covid-19. Hal itu yang menjadi dasar pertimbangan Jaksa Penuntut, Majelis Hakim, serta tim penasihat hukum sepakat menunda sidang.

"Prioritas kita mudah-mudahan kondisi beliau (Dadang Suganda) baik, agar bisa mengikuti persidangan ke depan," kata Efran.


Ditanya soal kondisi kliennya,  Efran menyebut harus menjadi perhatian semua pihak karena kondisi kesehatan kliennya harus dipantau dan dirawat. 

"Kondisi beliau sih kalau melihat hampir 60 orang (positif Covid-19), hampir semua kena, yah harus menjadi perhatian semua. Harus dipantau dan dirawat, mudah-mudahan cepat baik, cepat sembuh," harapnya.

Disinggung penundaan selama dua pekan berpotensi pada berakhirnya masa penahanan, Efran menjawab bahwa masalah kesehatan merupakan prioritas.

Kata dia, "jika menyangkut masalah kesehatan, tidak ada yang bisa menjamin dan itu menjadi penghormatan setinggi-tingginya bagi seorang terdakwa."

"Itu (batas waktu masa penahanan) jadi pertimbangan kita semua, bicara penahanan kan ada batas waktunya. Benar itu menjadi acuan atau panduan kita dalam melaksanakan persidangan, tapi jika menyangkut masalah kesehatan itu prioritas di atas segalanya," jelas Efran. 

"Kalau pun, katakan dalam perjalanannya habis masa penahanan, lanjut Efran, maka demi hukum kliennya harus dikeluarkan dari tahanan."

"Itu bukan karena kita tidak bisa tertib waktu. Jadwal kita semua sudah siap dengan schedule yang ada, tapi kalau kondisi Covid-19 kan siapa yang mau. Yah ini jalan yang bijak, jalan yang terbaik buat semua," tuturnya.

"Mohon doa mudah-mudahan beliau diberikan kekuatan kesehatan agar kita bisa melaksanakan persidangan sesuai dengan acara sidang, jadwal sidang, shcedule sidang," pungkas salah satu advokat senior di Kota Bandung itu.  

Informasi yang diperoleh indofakta dari lingkungan Lapas Suka miskin menyebutkan, setidaknya sebanyak 115 warga binaan terpapar covid-19. Melalui saluran telepon, sumber tersebut mengatakan, "bahwa saudara kita yang terpapar Covid 19 totalnya : 115 Orang dengan yang rincian, 1.BLOK Timur : 36 Orang; 2. Blok Barat : 32 Orang ; 3. Blok Selatan : 27 Orang dan 4. Blok Utara : 20 orang," papar sumber sambil mewanti-wanti agar identitas nya jangan disebut. (Y CHS).