Pencarian Berita


Dadang Suganda Benarkan Keterangan Pemilik Dan Notaris/PPAT

Dadang Suganda Benarkan Keterangan Pemilik Dan Notaris/PPAT

Bandung -- Dadang Suganda membenarkan semua keterangan yang disampaikan para pemilik tanah dan Notaris/PPAT. "Yang membeli tanah adalah anak saya, saya cuma menyaksikan," kata Dadang Suganda.

Hal tersebut disampaikan oleh Dadang Suganda di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh T. Benny
Eko Supriadi, SH., MH pada sidang lanjutan pidana korupsi dengan terdakwa Dadang Suganda. Para pemilik yang dihadirkan PU Penuntut Umum KPK, para pemilik tanah Mariam Mardiani, Fatmasari dan Kusman. Pemilik tanah lainnya Hasbullah, Davik Alamsyah Rochana Soerakoeso tidak hadir dan Wawan Sungkawa sudah meninggal dunia. Keterangan para pemilik menyebutkan bahwa harga tanah yang dijual kepada Dadang Suganda sesuai dengan kesepakatan. Pembayaran rata -rata dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu uang muka/panjar dan pelunasan yang jarak waktunya tidak berapa lama.

Sementara dari pihak Notaris/PPAT yang dihadirkan, Syvia Kurniawati, SH, Diastuti, SH,
Atiek Rusdewanti, SH dan Lely Kustari, SH. Keterangan para saksi ini hampir sama yaitu bahwa pihak penjual dengan pembeli/Asep Rudi Saeful Rohman didampingi oleh Dadang Suganda hadir pada saat pembacaan akta Notaris/PPAT. Data para pemilik lengkap dan harga sesuai kesepakatan para pihak.

Selain itu PU KPK juga menghadirkan Camat Cibiru pada tahun 2015-2016 M. Zamzam Nurzaman. Dalam keterangannya, Zamzam mengatakan, mengakui bahwa dirinya yang membuat Akta Jual Beli Sementara. Pembuatan akta tersebut antara pihak Dadang Suganda dengan Hasbullah yang memiliki tanah milik Adat seluas 2000 m2 pada tahun 2015. Karena data kepemilikan tercatat di Kelurahan, maka yang datang sebagai pemohon adalah Lurah setempat beserta stafnya yang menangani pertanahan. Pembuatan Akta Jual Beli Sementara adalah kewenangan Camat yang diberikan oleh BPN Provinsi untuk menangani proses jual beli atas tanah yang belum bersertifikat.

Masih menurut Zamzam, setelah administrasi para pihak lengkap, sebelum akta dibuat, pihaknya melakukan cek fisik ke objek tanah yang akan dijual, dilihat batas - batas tanah dan menentukan bahwa tanah bebas dari sengketa. Jadi, Zamzam tidak pernah berhadapan langsung dengan pihak penjual dan pembeli. (Y CHS).