Pencarian Berita


Pipa Gas Perusahaan PLTPB Milik PT SMGP Bocor, 24 Orang Pingsan, 6 Dikabarkan Meninggal Dunia

Pipa Gas Perusahaan PLTPB Milik PT SMGP Bocor, 24 Orang Pingsan, 6 Dikabarkan Meninggal Dunia

Madina -- Enam orang dinyatakan meninggal dunia setelah menghirup gas beracun dari perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi ( PLTPB) milik PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (25/01/21).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi melalui, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan peristiwa 
keracunan yang menyebabkan empat warga di Kabupaten Madina berawal PT Sorik Merapi Geothermal Plant (SMGP) sedang membangun power 
plant pembangkit listrik tenaga panas bumi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Madina.

"Pengerjaan pembangunan Power Plant Pembangkit listrik Tenaga Panas Bumi sudah berjalan selama 80 persen. Lalu, pekerja PT SMGP bernama Deden Dermawan membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend dan membuka kran isolasi palep panas bumi atau fluida mengalir ke silencer tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Nainggolan mengungkapkan saat pipa kran isolasi panas bumi itu dibuka malah mengeluarkan gas berancun. Kemudian warga yang mengetahui itu mendatangi pekerja memberitahukan agar menutup kran isolasi karena telah mengeluarkan gas beracun dari sumur T02 milik PT SMGP tersebut.

"Ternyata, akibat peristiwa gas berancun itu menyebabkan 24 warga yang mencoba menutup sumur yang mengeluarkan gas berancun itu pingsan. Sementara enam warga lainnya bernama, Cecep, Salamuddin, Amir, dan Deden Dermawan (pekerja) dikabarkan meninggal dunia. Untuk para korban yang pingsan sudah dilarikan ke Puskesmas di Desa Sibanggor Jae, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal," ungkapnya.

Nainggolan menambahkan akibat jatuhnya korban jiwa karena menghirup gas beracun untuk sementara lokasi pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi PT SMGP telah ditutup Polres Madina.

"Untuk tindakan yang dilakukan melakukan pengecekan dan olah TKP dan memasang garis polisi.  Lalu untuk korban yang meninggal dunia telah dibawa ke RSUD Panyabungan untuk dilakukan otopsi," pungkasnya.

Sementara Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution juga membenarkan adanya korban meninggal dunia diduga akibat dari kebocoran gas tersebut, kelima korban yang bernasib apes tersebut merupakan warga Desa Sibanggor Julu.

"Iya benar, saat ini informasi yang saya terima sementara enam orang (korban), mereka tewas diduga karena menghirup gas," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Senin (25/1/2021).

Ia juga mengatakan, sampai dengan saat ini ada enam warga yang dinyatakan meninggal dunia. Ujarnya.

Sementara itu, Humas Polres Mandailing Natal Yogi Yanto menuturkan belum mengetahui kondisi sebenarnya seperti apa. Namun, ia 
menjelaskan saat ini para korban dibawa PT SMGP ke Rumah Sakit.

"Hingga kini kami masih melakukan pengamanan, tapi para korban yang meninggal sudah dibawa PT ke Rumah Sakit, pungkasnya.

Sampai dengan saat ini, belum dapat diketahui apa penyebab kebocoran pipa gas tersebut. Namun, dapat dipastikan telah terjadi kebocoran gas H2S milik perusahaan PT SMGP yang beroperasi di wilayah Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Ujarnya (anto)