Pencarian Berita


Untung Miliaran, Para Pemilik Tanah Tidak Minta Dari Dadang Suganda

Untung Miliaran, Para Pemilik Tanah Tidak Minta Dari Dadang Suganda

 

Bandung -- Meski Dadang Suganda mendapat keuntungan miliaran, para pemilik  yang menjual tanahnya mengaku tidak meminta keuntungan lagi. Tanah yang telah dijual Dadang Suganda ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung cq. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKAD), bukan milik mereka lagi.

Hal tersebut terungkap dalam sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Dadang Suganda hari ini (21-01-2021). Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai T. Benny Eko Supriyadi, SH., MH, para saksi yang merupakan pemilik tanah yaitu, Maman Suparman, Kasman Robert Siregar, Wawa Alfarabi, Kusdiman, Rd. Iis Aisah, Ahmad Amir yang dihadirkan oleh Penuntut Umum KPK serempak mengatakan bahwa dalam proses jual beli, sebelumnya terjadi tawar menawar lalu sepakat dengan harga, dibayar lunas setelah sertifikat diserahkan kepada Dadang Suganda atau kuasanya.

Mantan Camat Antapani yang juga menjadi saksi Aca Herwansya mengatakan bahwa untuk proses jual beli tanah ke Pemkot Bandung harus ada Tim 9. Namun saat dirinya diundang oleh Kadis DPKAD, Herry Nurhayat, dirinya ditodong untuk menandatangani Surat Pelepasan Hak (SPH), padahal SPH tersebut harus diregistrasi di Kantor Kecamatan. Terhadap objek tanah, merasa Aca sudah mengusulkan lokasi tanah untuk pembangunan kantor Camat Antapani, tapi pihak DPKAD tetap membeli tanah milik Dadang Suganda, meski tidak ada jalan masuk kendaraan roda 4 (empat). Saat dikonfrontir oleh Tim Pengacara Hukum Dadang Suganda, ternyata Aca baru ingat ada jalan masuk lain ke lokasi.

Sesuai Surat Dakwaan No.61/TUT.01.04/11/2020 tertanggal 16 November 2020 hal 41 disebutkan, "Bahwa dalam kurun waktu tanggal 15 Desember 2011 - 22 November 2012, Dadang Suganda telah menerima uang yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil Tindak Pidana Korupsi sejumlah total Rp87.718.227.188 (delapan puluh tujuh miliar tujuh ratus delapan belas juta dua ratus dua puluh tujuh ribu seratus delapan puluh delapan rupiah) antara lain dari : 
1. Pengadaan tanah RTH Tahun 2011, dengan keuntungan bersih Rp13.304.104.950,-

2. RTH Pertanian dengan keuntungan bersih Rp5.234.931.000,-
3. Pengadaan tanah untuk Sarana Pendidikan pencairan Juli 2012 dengan keuntungan Rp11.389.700.000,-;

4. Pengadaan tanah untuk Kantor Antapani pencairan Agustus 2012, dengan keuntungan Rp7.777.848.000,-;

5. Pengadaan tanah untuk Pertanian Pencairan November 2012, dengan keuntungan Rp15.175.010.000,-;

6. RTH tahun 2012, keuntungan Rp30.189.452.738,-.(Y CHS)