Pencarian Berita


Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Sosialisa Pengelolaan BOK

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Sosialisa Pengelolaan BOK

SUMEDANG -- Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mengadakan pertemuan Koordinasi dan Advokasi Upaya Kesehatan Masyarakat terkait Penggunaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor yang dibuka oleh Bupati H Dony Ahmad Munir, Rabu (25/11/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Dadang Sulaeman menyampaikan" pertemuan ini dihadiri Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sumedang berikut bendahara selaku pengelola BOK dan admin e-Puskesmas.

"Dadang lebih lanjut mengatakan" Pertemuan berlangsung selama dua hari,Di hari pertama peserta mendapatkan materi dari Provinsi terkait Juklak dan Juknis BOK, motivasi agar bekerja sesuai dengan tujuan dari motivator, dan arahan dari Bupati. Esoknya (Kamis, 26 November 2020) akan mengikuti Desk pengelolaan BOK," terangnya.
 

Dadang menegaskan" digelarnya kegiatan adalah untuk memberikan arahan dan masukan tentang kinerja di Dinas Kesehatan khususnya terkait dengan penggunaan anggaran yang diberikan Pemerintah.

"Dana BOK yang diberikan Pemerintah dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja Puskesmas agar berjalan optimal. Jadi pertemuan ini bertujuan agar teralokasikannya anggaran BOK sesuai Juklak dan Juknis serta tersusunnya kegiatan yang berorientasi hasil," tuturnya.

Dadang menegaskan" permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Kesehatan dalam menjalankan program kegiatannya antara lain kesulitan dalam proses pengendalian karena perbedaan jarak antar Puskesmas, keterlambatan penyerapan atau pencairan anggaran, dan kinerja yang masih terpaku kepada rutinitas.

"Langkah-langkah untuk mengatasinya yaitu dengan penguatan layanan sampai dengan tingkat desa melalui Poskesdes dan penambahan tenaga organik selain bidan desa yakni Pembina Wilayah Kesehatan. Kita sedang buat draf Perbup-nya sehingga ada payung hukumnya. Puskesmas juga kita buat ada yang Satelit dan ada yang Rujukan sehingga tidak menumpuk di RSUD. Upaya lainnya yaitu dengan optimalisasi aplikasi e-Puskesmas," jelasnya.

Bupati H Dony Ahmad Munir mengingatkan bahwa para tenaga kesehatan mengemban misi yang mulia untuk menjaga keberlangsungan jiwa dan merawat masyarakat agar tetap sehat.

"Tugas yang berat ini ada di pundak Ibu Bapak semua,pencegahan dan perawatan ada di tenaga kesehatan. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi atas kinerjanya selama ini," ucapnya.

Bupati Dony meminta agar semua peserta tak bosan-bosan dalam mengadvokasi upaya kesehatan masyarakat, mulai dari promotif, preventif, kuratif sampai habitatif.

"Kalau masyarakatnya sehat, maka bisa produktif, bahkan mampu meningkatkan daya saing daerah," tuturnya.

Bupati meyakini bahwa para peserta sudah memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing sehingga tinggal kemauan yang kuat untuk menjalankannya.

"Kerangka berpikir dalam setiap pengambilan kebijakan harus dimulai dari memahami masalah dan diikuti dengan menyusun program kegiatan yang berdampak terhadap penyelesaian masalah tersebut. Jadi anggaran yang ada betul-betul menembak Standar Pelayanan Minimal (SPM), stunting, Indikator Kinerja Utama, dan Covid-19," ucapnya.

Bupati menegaskan output yang dihasilkan dari pertemuan tersebut adalah adanya ada kesamaan gerak dan langkah, pola pikir dan pola tindak.

"Jangan sampai setelah pertemuan ini masih ada yang jalan masing-masing, tidak satu arah,"ujarnya.

Dony  akhir arahannya meminta agar jajaran Dinas Kesehatan tidak berhenti untuk berinovasi dan membuat terobosan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan.

"Dinas Kesehatan harus ada pembeda dari dinas yang lain. Istilah manajemennya harus ada competitive advantage-nya. Inilah yang dinamakan inovasi," tuturnya. (Riks )