Pencarian Berita


Salah Gunakan Bantuan Negara Kades Sukasukur Dipenjara 5 Tahun

Salah Gunakan Bantuan Negara  Kades Sukasukur Dipenjara 5 Tahun

Bandung -- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) menghukum seorang Kades di Kabupaten Tasik Malaya selama 5 tahun penjara, lantaran telah merugikan negara hingga Rp.543 Juta lebih, anggaran bantuan Keuangan terjadi pada tahun  2018-2019,disalahgunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Sidang  secara virtual, terdakwa  mempertanggungjawabkan perbuatannya didampingi tim disampaikan tim Penasehat Hukum (PH) Ira Margaretha Mambo SH,MH,Gregorius Fepthianus Toda, SH., Juperserik Poltak SH,MH,. Diadili diruang V dengan agenda vonis, Rabu  (18/11/2020).

Putusan majelis Hakim terhadap terdakwa Agus tak hanya hukuman penjara, namun harus bayar uang pengganti sebesar 370 Juta Subsidair 18 bulan,
denda 200 Juta subsidair 6 bulan

Sebelumnya dalam  amar tuntutan JPU terdakwa selain dijatuhkan  pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 5 (lima tahun) dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan. dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan dan denda sebesar Rp. 200.000.000. dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan 
Vonis majelis Hakim lebih ringan dalam hukuman Subsidair uang pengganti 12 bulan dari Tuntutan JPU 30 bulan .

Terdakwa Agus terbukti bersalah 'melakukan tindak pidana korupsi  dilakukan secara berlanjut‘ sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pass! 2 ayat (1) jo. Pasal 63.18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana (telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan  Korupsi  Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan Primair.

Diadilinya terdakwa Agus tidak menyalurkan bantuan tersebut seharusnya bankeu tersebut dilaksanakan untuk sembilan kegiatan antara lain pembangunan kirmir jalan Kampung Cioray Rp 25 juta, pembangunan kirmir Kampung Cidulang Rp 35 juta, pembangunan TPT di Kampung Ciliwung Rp 40 juta dan lainnya hingga sampai Rp 235 juta, sedang direalisasikan Agus hanya empat kegiatan dan ditambah pengalihan kegiatan ada dua kegiatan. Sehingga total kegiatan ada enam bukan sembilan dan berikut pajak penggunaannya hanya Rp 59.493.000. “Jadi keuangan negara total dari Rp 235 juta dikurangi Rp 59.493.000, keuangan negara untuk tahun anggaran 2018 total hanya Rp 175.507.000.

Untuk bankeu 2019, Desa Sukasukur mendapatkan Rp 525.000.000 untuk 13 titik kegiatan pembangunan. Semua direalisasikan namun di setiap titik uangnya dipotong. “Dari Rp 525 juta yang direalisasikan hanya Rp 157.300.000.

Terhadap putusan majelis Hakim,terdakwa  belum nerima hukuman tersebut, Agus  masih  pikir-pikir.dalam 1 Minggu.(pri)