Pencarian Berita


Rombongan Tim Penilai KIJB disambut dengan Seni Kuda Renggong

Rombongan Tim Penilai KIJB disambut dengan Seni Kuda Renggong

Sumedang -- Sumedang menjadi kabupaten pertama di Jawa Barat dan di Indonesia yang memiliki gagasan untuk mengaplikasikan SAKIP Desa.

Kepala Biro Organisasi Provinsi Jawa Barat Asep Sukmana, M.Si saat melakukan penilaian lapangan dalam ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) yang diterima Bupati H.Dony Ahmad Munir,Wakil Bupati H.Erwan Setiawan ,Sekretaris Daerah berserta kepala SKPD dan Badan  di Gedung Negara, Rabu (18/11).

Rombongan Tim Penilai KIJB disambut dengan Seni Kuda Renggong di halaman Gedung Negara oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati H. Erwan Setiawan, unsur Forkopimda, Sekda Herman Suryatman, para Asisten dan kepala perangkat daerah dan para camat se-Kabupaten Sumedang.

"Saya sangat mengapresiasi Kabupaten Sumedang karena mampu berinovasi dan menjadi yang pertama dalam penerapan SAKIP Desa di Jawa Barat, bahkan di Indonesia," ujarnya.

Asep juga menyebutkan, inovasi Pemerintah Kabupaten Sumedang tersebut nantinya bisa direplikasi oleh semua daerah di Jawa Barat dan di Indonesia karena dampaknya sangat signifikan terhadap pembangunan di desa-desa.

"Saya yakin ke depan SAKIP desa ini bisa direvitalisasi oleh kabupaten atau kota lain dimana kita lihat dari paparan tadi, implementasi SAKIP Desa ini berbanding lurus terhadap kesejahteraan masayarakat. Kabupaten Sumedang telah memberikan kontribusi yang baik untuk Indonesia dengan SAKIP Desa ini," tuturnya.


Bupati H Dony Ahmad Munir 
dalam paparannya menyebutkan, SAKIP Desa merupakan sebuah inovasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengarahkan pengelolaan keuangan desa secara lebih transparans, akuntabel dan berorientasi hasil.

"Dengan SAKIP Desa, diharapkan Dana Desa dan sumber keuangan desa lainnya dikelola secara akuntabel dan berbasis kinerja. Dimulai dengan perencanaan pembangunan desa, melaksanakan perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, pengelolaan data kinerja, pelaporan kinerja, sampai dengan evaluasi dan pembinaan kinerja," imbuhnya.

Ditambahkan Bupati, dalam implementasi SAKIP Desa, Pemkab Sumedang juga telah menluncurkan e-SAKIP Desa sebagai aplikasi digital yang memiliki keunikan manajemen berbasis kinerja, beriorientasi hasil dan ditetapkan secara sistemik.

"Aplikasi ini merupakan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Desa yang ditransformasikan menjadi flatform digital dengan nama e-SAKIP Desa. Dengan Super Aplikasi Desa inu semua kepala desa bisa bekerja secara efisien dan akuntabel," ujarnya.

Masih dikatakan Bupati, pihaknya juga tak segan-segan untuk turun ke desa-desa untuk memberikan pengarahan dan pembinaan secara langsung.

"Mulai dari Bupati, Wakil Bupati sampai Sekda, semua turun langsung ke tiap desa dan kecamatan agar desa-desa dapat memahami terkait kinerja yang harus dilakukan sesuai pedoman SAKIP Desa ini," tuturnya.

Bupati menyebutkan, sampai saat ini sudah ada beberapa kabupaten/kota yang datang ke Sumedang dengan harapan ingin mengimplementasikan SAKIP Desa dan e-SAKIP di daerahnya masing-masing.

"Yang datang ke Sumedang terkait Sakip Desa dan e-SAKIP itu diantaranya adalah Kabupaten Jombang, Karanganyar dan Pangandaran. Mereka mempunyai keyakinan yang sama bahwa SAKIP Desa dan aplikasi e-Sakip Desa ini merupakan instrumen untuk mensejahterakan masyarakat," pungkasnya.

Setelah acara selesai Tim Penilai Provinsi Jawa Barat didampingi Bupati, Wakil Bupati dan Sekda dan seluruh jajaran meninjau langsung ke Desa Sukajaya dan Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan,,** (Riks ) **