Pencarian Berita


Halsel Wakili Malut diajang Penilaian Kinerja Penurunan Stunting

Halsel Wakili Malut diajang Penilaian Kinerja Penurunan Stunting

LABUHA - Kabupaten Halmahera  Selatan akan mewakili Provinsi Maluku Utara di tingkat Nasional dalam penilaian kinerja pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang akan dilaksanakan di Ambon, Prov. Maluku.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Halsel Hasna Muhammad saat melakukan penilaian internal lomba desa dalam Percepatan Penanggulangan Stunting Tingkat Internal sekaligus peresmian Pencanangan Kampung Germas sebagai upaya Inovasi Program Kesmas  di Desa Pasir Putih, Kecamatan Kayoa Selatan. Sabtu, (7/11)

“Halsel termasuk baik dalam pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi, karena penanganannya benar-benar terfokus pada lokus (lokasi fokus) stunting serta seluruh OPD nya turut  bekerjasama dalam perencanaan penganggaran pada lokus stunting , dan Halsel diberi  kesempatan untuk mewakili Maluku Utara pada penilaian Regional Timur yang akan dilaksanakan di Ambon”, jelasnya.

Ada dua desa yang mencanangkan kampung germas dan akan mewakili Halsel di Ambon yakni Desa Pasir Putih, Kec. Kayoa Selatan dan Desa Akedabo Kec. Mandioli Utara. Kampung Germas sendiri merupakan sebuah inovasi yang dilakukan Dinkes Halsel untuk menanggulangi stunting.

“Sementara Inovasi Kampung Germas ini  dilakukan pada 2 desa yakni Akedabo dan Pasir Putih dimana untuk menjadi Kampung Germas harus memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi diantaranya melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, melakukan cek kesehatan berkala, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan jamban (ODF)”, terang Kadis Kesehatan Halsel.

7 kriteria yang termasuk dalam penilaian internal lomba desa  tersebut telah diterapkan oleh Desa Pasir Putih, yaitu dengan melakukan senam germas secara teratur, membuat kebun gizi, membuat pojok rokok, melakukan deklarasi desa ODF (Open Defecation Free), serta kriteria lainnya. Selanjtnya akan dilaksanakan penilaian terhadap Desa Akedabo (8/11) dan hasil penilaiannya akan diumumkan pada (13/11) di Labuha.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Bustamin Soleman dalam sambutannya mengapresiasi Kepala Desa Pasir Putih, Bustamin mengatakan bahwa Desa Pasir Putih telah mengalami banyak perubahan dan semakin baik.

“Kepada Kades dan jajaran pemerintah desa serta seluruh masyarakat setempat, saya mengapresiasi atas kerjasamanya dalam menanggulangi stunting dengan membangun kampung germas ini”, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasir Putih Imran Jamal menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penilai yang hadir.

“terimakasih kepada tim penilai yang datang, dan terimakasih pula kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya gerakan Kampung Germas di Desa Pasir Putih”, ucapnya.

Diakhir acara dilakukan penandatanganan deklarasi ODF, dan penyerahan  Piagam  kepada Kades Pasir Putih atas keberhasilan menjadikan wilayahnya sebagai SBS (Stop Buang Air Besar Sembarangan) “Open Defecation Free (ODF)”, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah lomba Germas yang diadakan Desa Pasir Putih.

Kegiatan ini dihadiri oleh tim Penilai yang diantaranya Kepala DPMD, Kabid KEMAS Dinkes Halsel, Kabid Pendidikan Anak Usia Dini Dikbud Halsel, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, dan perwakilan Bappeda, Camat Kayoa Selatan Nasaruddin tuanane, Kepala Puskemas dan masyarakat setempat. (One)