Pencarian Berita


Gelapkan Beras Raskin Terancam Hukuman Minimal 4 Tahun Penjara

Gelapkan Beras Raskin Terancam Hukuman Minimal 4 Tahun Penjara

Bandung -- Sidang lanjutan dugaan korupsi penggelapan beras untuk masyarakat miskin (raskin) atas nama terdakwa Deri Sandi warga Desa Mekarsari Kecamatan  Cibalong bersama rekannya dalam berkas terpisah, para terdakwa  telah melakukan selewengkan  beras untuk masyarak miskin selama tiga tahun berturut-turut , diadili dengan  agenda keterangan saksi, dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Garut.

Sidang dipimpin majelis hakim Sulistiyono, SH.MH .didampingi 2 hakim anggota  Dannie Arsan F. SH.MH  Bhudhi Kuswanto,SH.MH M
digelar secara virtual diruang sidang 2 Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kls 1 A Khusus Bandung.Jl.RE Martadinata Rabu (14/10/2020).

Dalam perkara tersebut terdakwa diduga tidak mendistribusikan raskin kepada masyarakat dalam rentang waktu 3 tahun berturut-turut yakni 2014,2015,2016,  tidak didistribusikan kepada masyarakat, sehingga Negara mengalami kerugian sekira Rp.1,7 Miliar,
digunakan untuk kepentingan sendiri.

Empat saksi yang dihadirkan JPU, saksi terlihat bingung ketika dicecar pertanyaan Penasehat Hukum (PH) Terdakwa,berkaitan tupoksi saksi sebagai pelaksana.Dihadapan majelis hakim menjelaskan beras nya dikirim dari Bulog, namun tidak sampai ke masyarakat,padahal tahun sebelumnya lancar,beras rakin,2014,2015,2016 tepat sasaran rumah tangga miskin,tiap bulan nya mendapatkan 11 ton lebih.

"Beras untuk rumah tangga miskin setiap pengambilan dikenakan biaya tebusan dipungut RT.Rp3 Ribu.
Dengan tidak didistribusikan nya raskin banyak yang komplain",terang saksi.

Akibat perbuatannya terdakwa terancam hukuman sebagaimana diatur, dikenakan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,hukuman minimal 4 tahun penjara.(mph/pri)