Pencarian Berita


Jaksa Agung Burhanuddin: Peningkatan SDM Kunci Utama Keberhasilan Tugas Intelijen

Jaksa Agung Burhanuddin: Peningkatan SDM Kunci Utama Keberhasilan Tugas Intelijen

JAKARTA -- Jaksa Agung RI. Dr, Burhanuddin,membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Intelijen Tahun 2020 secara vitual ke seluruh Indonesia.

Rapat Kerja Teknis Bidang Intelijen Tahun 2020 diselenggarakan selama 2 (dua) hari tersebut dengan  mengambil tema  “ Meningkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia Intelijen yang Unggul dan Berintegritas Demi Wujudkan Optimalisasi Kinerja “

Jaksa Agung menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kejaksaan RI atas keseriusan dan dedikasinya yang telah konsisten menjalankan tugas di tengah pandemi Covid-19.

“ Seraya saya juga tidak henti-hentinya ingin mengingatkan kepada seluruh jajaran, agar mengutamakan kesehatan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.” ujar Burhanuddin dalam kata sambutannya saat membuka Rakernis bidang Intelijen secara virtual yang berlangsung dari ruang kerjanya di Badan Diklat Kejaksaan RI,Ragunan,Jakarta,Senin ( 28/9/2020)


Rakernis Intelijen mempunyai makna yang begitu penting dan strategis. Forum ini mendorong kita untuk kembali memahami dan mendudukan arti penting Intelijen dalam perumusan kebijakan penegakan hukum.

Intelijen sepatutnya dimaknai sebagai pisau analisis yang mampu menyerap dan mengolah dinamika yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat menjadi sebuah data yang secara cermat disajikan dalam bentuk informasi yang utuh, jelas, lengkap dan tuntas yang pada akhirnya dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan penegakan hukum.

Bidang intelijen adalah mata dan telinga Kejaksaan dan oleh karenanya kemampuan deteksi dini atas segala ancaman, gangguan, hambatan, tantangan yang berpotensi dapat mengganggu kebijakan penegakan hukum menjadi parameter kesuksesan bidang intelijen.

Burhanuddin menegaskan bahwa Bidang Intelijen mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan tugas dan wewenang Kejaksaan di bidang intelijen meliputi kegiatan intelijen penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan.

"Untuk melakukan pencegahan tindak pidana untuk mendukung penegakan hukum baik preventif maupun represif di bidang ideologi, politik, ekonomi, keuangan, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, melaksanakan cegah tangkal terhadap orang tertentu dan/atau turut menyelenggarakan ketertiban dan ketenteraman umum," ujarnya.

Mendasari pada arti pentingnya Intelijen, maka membangun SDM yang memiliki kapasitas dan kapabilitas niscaya sangat diperlukan.

"Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci dan peran utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas intelijen," bebernya.

Tanpa dukungan SDM yang memiiki kapasitas unggul dan berintegritas, kegiatan intelijen tidak akan berjalan dengan baik, meskipun telah dilengkapi dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai.  


Sementara dalam kemajuan teknologi yang begitu cepat dan berdampak pada perubahan sosiologi dan budaya masyarakat suka tidak suka memaksa insan intelijen Adhyaksa harus beradaptasi dengan cepat cara berpikir, cara tindak dan cara bekerja sehingga efektifitas, efisiensidan akurasi pelaksanaan cara tugas dapat tercapai.

Berdasarkan hal-hal tersebut maka tidak ada kata lain bagi intelijen Kejaksaan untuk meraih keberhasilan tugas selain memiliki dan meningkatkan kapasitas SDM yang unggul dan berintegritas.

"Meningkatkan kapasitas SDM menjadi kebutuhan yang harus dilakukan oleh Bidang Intelijen dan merupakan syarat mutlak untuk mendukung pencapaian tujuan Bidang Intelijen Kejaksaan sebagaimana yang telah ditetapkan," tegasnya.


Berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas SDM Intelijen yang unggul dan berintegritas, maka Jaksa Agung menekankan beberapa hal yang perlu dilakukan jajaran Bidang Intelijen, antara lain yaitu :

a. Meningkatkan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Dalam hal ini aparat intelijen harus senantiasa mengikuti sekaligus mencermati berbagai perkembangan dinamika sosial dan perubahan yang terjadi dalam sistem hukum nasional.  

b. Meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan terhadap teknologi informasi. Jajaran intelijen juga tidak boleh menutup mata terhadap kemajuan dan pesatnya perkembangan teknologi informasi digital dewasa ini, melainkan dan justru harus mampu menjadikannya sebagai instrumen utama untuk mendorong terciptanya intelijen Adhyaksa yang modern.

c. Mengubah budaya kerja. Dalam hal ini, jajaran intelijen agar tidak bersikap pasif, terjebak pada rutinitas dalam melaksanakan kegiatan, semisal pengumpulan data, fakta, maupun informasi saja, tetapi harus giat dan bersikap proaktif, sekaligus berinovasi menyikapi berbagai dinamika sosial kebangsaan yang ada.

d. Menciptakan lingkungan (environment) yang berintegritas. Dalam konteks ini, Bidang Intelijen harus menciptakan lingkungan yang selalu konsisten untuk menjalankan nilai-nilai integritas, sehingga diharapkan nilai-nilai itu akan tumbuh dan mengakar dalam diri setiap insan intelijen Adhyaksa yang berada didalamnya.

Melalui Rakernis Bidang Intelijen, Jaksa Agung RI mengharapkan agar para peserta  dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Melakukan evaluasi atas berbagai hal yang telah dialami sebagai bahan introspeksi, untuk mengetahui kekurangan, kelemahan, sekaligus potensi yang dimiliki dalam upaya membangun kembali kesamaan pikiran, pemahaman, dan tindakan atas beberapa masalah, kendala dan hambatan yang dihadapi.

2. Mengidentifikasi dan menginventarisir setiap kendala dan hambatan aktual yang tengah dihadapi.

3. Memformulasikan solusi, arah kebijakan, strategi, dan terobosan yang dapat diaplikasikan dalam upaya membangun, membentuk, dan mewujudkan peningkatkan kapasitas SDM Intelijen yang unggul dan berintegritas. 

Jaksa Agung menegaskan melalui forum ini juga diharapkan, terbangun program dan langkah konstruktif untuk membentuk kapasitas aparat intelijen yang mampu tampil di depan sebagai pendukung (supporting) utama memainkan peran penting mensukseskan program seluruh bidang, maupun tugas pokok, fungsi dan wewenang Kejaksaan pada umumnya, khususnya mendukung keberhasilan operasi yustisi penegakan hukum.

Terlebih memberikan kontribusi dalam mengantisipasi, memprediksi, dan mengatasi berbagai tantangan serta hambatan dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Oleh karena itu Jaksa Agung berharap  Bidang Intelijen dapat menjadi salah satu tumpuan yang mampu mengangkat kembali citra Kejaksaan di mata masyarakat.

“ Untuk itu, saya mengingatkan kembali bahwa Rakernis yang diselenggarakan dalam waktu yang singkat ini haruslah dimanfaatkan dengan baik dan optimal oleh seluruh peserta. Berkenaan dengan hal tersebut,  saya minta agar saudara-saudara bersungguh-sungguh dan berperan aktif untuk saling bertukar pendapat dan mencari solusi bersama dalam memberikan kontribusi pemikiran yang positif dan inovatif dalam rangka mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas intelijen di kemudian hari.” pungkas Jaksa Agung Burhanuddin Mengakhiri kata sambutannya.

Hadir dalam pembukaan Rakernis Intelijen Tahun 2020 tersebut, Wakil Jaksa Agung RI. Setia Untung Arimuladi, dan para Jaksa Agung Muda dari ruang kerja masing-masing, Jaksa Agung Muda Intelijen   Dr. Sunarta, beserta para Direktur dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, para Koordinator pada Bidang Intelijen di Aula Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Kampus B Ceger Jakarta Timur.
Dan diikuti oleh para Kepala Kejaksaan Tinggi dan para Kepala Kejaksaan Negeri beserta jajaran Bidang Intelijen dari masing-masing kantor di seluruh wilayah Indonesia.( Muzer )