Pencarian Berita


Perkembangan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang

Perkembangan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang

Sumedang- Satgas Gugus Tugas Covid-19 DR.Iwa Kusweri M.M menyampaikan Perkembangan  situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang pada hari ini Rabu tanggal 23 September 2020 Pukul 16.00 WIB masih perlu diwaspadai.


Iwa lebih lanjut menyampaikan”  Adapun perkembangan lengkapnya adalah sebagai berikut,kasus komfirmasi dirawat/isolasi sebanyak 4 orang ,2 orang di Isolasi Di RSUD dan 2 orang di Isolasi Mandiri,sembuh / selesai isolsi sebanyak 130 orang ,dan meninggal 4 orang ,jumlah keseluruhan sebanyak 138 orang.

Iwa lebih lanjut mengatakan “ Hari ini 2 orang pegawai RSUD asal Kec. Sumedang Utara selesai menjalani masa isolasi mandiri ,4 orang terkomfirmasi baru (in/out ) dan telah melewati masa isolasi mandiri pada tanggal 21 September 2020,serta hasil laboratorium telah keluar hari ini,adapun ke 4 orang tersebut berasal dari ,1 orang asal Kec.Paseh,1 orang dari kec.Cibugel dan 2 orang asal kec.Jatinangor. 
Keempat orang tersebut tercatat pada jumlah total terkonfirmasi, dari semula 134 orang menjadi 138 orang. Kasus Suspek,dirawat /isolasi 3 orang,selesai perawatan 1.114 orang,probable 4 orang,jumlah 1.121 orang,

Pengujian Rapid Test yang telah dilaksanakan,Dinkes 4.209 orang / RSUD 4.317 orang jumlah semuanya 8.526 orang,rapid test ulang RSUD 162 dan Dinkes 109 ,jumlah 271 orang, jumlah total selama Pandemi Rapid test 8.797 orang,ujarnya.


Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar Covid-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction (PCR)/SWAB. 
Pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif Covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien Covid-19 dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar Covid-19 bila ternyata jenazah yang bersangkutan ternyata positif Covid19. 

Total spesimen PCR/SWAB oleh RSUD dan Dinkes,4.945
  

  Pelaksanaan PCR/SWAB ulang sebanyak 111 spesimen, jumlah SWAB/PCR Kawasan Industri 3.021 spesimen,sehingga jumlah total spesimen PCR/SWAB sebanyak 8.077 spesimen. 

Penambahan PCR hari ini: - spesimen. Pelaku Perjalanan dalam pemantauan 95 orang,Selesai Pemantauan  27.591 orang - total Pelaku Perjalanan:27.686 orang,Kontak Erat,Dalam Pemantauan : 69 orang ,Selesai 1.153 orang 
Total Kontak Erat 1.222 orang 

Sejak Tanggal 15 Agustus 2020 Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang secara efektif mulai memberlakukan Perbup No. 74 Tahun 2020 tentang Penerapan Sanksi Administratif Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Penanggulangan Covid-19. 

• Penindakan dilakukan oleh Satpol PP, Polri dan TNI atas nama Gugus Tugas dimana 120 orang personil untuk tingkat Kabupaten telah disiapkan dan dibantu 10 orang personil di masing-masing kecamatan. 

• Sasaran lokasi/jalur operasi Tim Kabupaten adalah sebagai berikut: 
1. Tim 1 melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif di Posko Alun-Alun Sumedang 
2. Tim 2 melaksanakan melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif dengan 
Posko Taman Telur, Pasar Inpres Sumedang, Pelaku usaha di sepanjang jalan Sebelas April Sumedang; Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang; Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang; dan Kantor Camat Sumedang Utara; dan KUA Kecamatan Sumedang Utara.

3. Tim 3 melaksanakan melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif di Posko Bundaran Alam Sari. 
4. Tim 4 melaksanakan melaksanakan Pengenaan Sanksi Administratif di Posko Bundaran Binokasih. 
Waktu pelaksanaan dimulai dari pukul 08.00 wib s.d. 13.00 wib 

Sasaran/objek Pengenaan Sanksi Administratif meliputi warga yang tidak memakai masker, toko dan toko modern yang belum menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan, pengendara kendaraan roda dua yang tidak memakai masker, kendaraan pribadi/dinas yang membawa penumpang melebihi kapasitas 50% dari kapasitas kendaraan, dan hal-hal lainnya yg tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana Perbup No. 74 Tahun 2020. 

Pengenaan sanksi meliputi,
   Ringan: 1.Teguran lisan 2. Teguran tertulis 
Sedang: 1.Jaminan Kartu Identitas 2. Kerja Sosial 3. Pengumuman Secara Terbuka 
Berat: 1. Denda administratif (Mulai Rp. 100 ribu-Rp. 500 ribu) 2. Penghentian sementara kegiatan 3. Penghentian tetap kegiatan 4. Pembekuan izin usaha atau rekomendasi pembekuan izin usaha 5. Pencabutan sementara izin usaha atau rekomendasi Pencabutan sementara izin usaha 6. Pencabutan izin usaha atau rekomendasi pencabutan izin usaha.

Jumlah total pelanggaran AKB selama periode 15 Agustus – 23 September 2020 yang tercatat di 4 Titik Posko Pemantauan dan 4 kecamatan ada sebanyak 11.974 pelanggaran (31 pelanggaran diantaranya terjadi hari ini).

Lonjakan Terkonfirmasi Covid-19 mengingatkan kita untuk selalu disiplin dalam penerapan Protokol Kesehatan serta mengefektifkan kembali peran tokoh masyarakat, tokoh agama, Desa Siaga Corona sampai ke RT/RW Siaga dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga. (Riks )