Pencarian Berita


Dua Terdakwa Pengguna Surat Palsu Dituntut JPU 5 Tahun Terkait Tanah Lahan Setiabudi 262

Dua Terdakwa Pengguna Surat Palsu Dituntut JPU 5 Tahun Terkait Tanah Lahan Setiabudi 262

Bandung -- Sidang lanjutan dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lucki Afgani dan Jaksa Melur, menghukum 2 terdakwa Fazil Akbar dan Sugeng, masing-masing 5 tahun penjara, mereka terbukti dalam dakwaan ke 1(satu) sebagaimana diatur dalam pasal264 ayat (2) KUHP Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.  Perbuatan keduanya merupakan perbuatan berlanjut.

Sidang digelar diruang 4 Pengadilan Negeri (PN) Kls IA Khusus Bandung Jl.RE.Martadinata,diadili oleh majelis hakim dipimpin Dennie Arsan Fatrika didampingi hakim anggota Sontan Maraoke Sinaga,da Sri Kuncoro Kamis (17/9/2020).

Hal-hal yang beratkan bagi terdakwa dalam tuntutan tersebut,bahwa keduanya mengakibatkan kerugian orang lain, tidak mengaku bersalah dan tidak mengakui kesalahannya. Hal-hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum.

Para terdakwa disidangkan dalam berkas terpisah, diadili diduga melakukan,menyuruh melakukan atau turut serta melakukan dengan sengaja memakai surat palsu berup kata otentik palsuyang isinya  tidak sejati atau yang dipalsukan seolah-olah benar dan tidak palsu,pemalsuan tersebut dapat menimbulkan kerugian ,perbuatan mana ada hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut.

Perbuatan terdakwa berawal Sdri Raminten (meniggal dunia) yang  merupakan Sdr Sugeng KA memberitahukan kepada Sdr Sugeng KA bahwa dirinya memiliki tanah warisan dari orang tuanya, lokasinya di Bandung namun saat ini masih dalam penguasaan TNI AD.Raminten kemudian memint Sugeng ,meminta untuk mencari orang yang dapat menguruskan kepemilikan tanah tersebut.

Sekira tahun 2017 menghubungi Sugeng dan menanyakan kembali perihal kepengurusan tanah.Untuk keperluan Sugeng dan ibunya Raminten datang ke Bandung untuk menemui terdkwa ,sekalian membawa surat-surat serta dokumen terkait kepemilikan diakui sebagai warisan, namun merupakan foto copy, sehingga tidak dapat didaptarkan dalam guguatan perdata,akhirnya membuat surat kehilangan atas saran Muhamad FA ,selanjutnya suat kehilangan dan dokumen foto copy dibawa ke knator Notaris di Bandung, isinya Sugeng KA bertindak sebagai atas nama ibu kandungnya Raminten, memberikan kuasa,untuk kepengurusan surat-surat berkaitan dengan verponding Nomor 9271 terletak di Jl.Setiabudi No.262,Bandung.

Setelah itu Sugeng kembali ke Sidoarjo dan menyerahkan segala pengurusan gugatan terdakwa di Pengadilan Negeri Bandung kepada
Muhamad lalu menunjuk kuasa hukum Jhoni Y Sudrajat,SH untuk mengajukan gugatan perdata pada PN Bandung atas kepemilikan tanah berlokasi di Jl.Setiabudi No.262,Bandung Jawabarat Raminten sebagai Penggugat dan Tergugat salah satunya Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi sebagai Tergugat III dengan Nomor Perkara:227/PDT.G/2018/PN BDG, tanggal 14 Mei 2018.

Pada sidang Gugatan itu berjalan, surat-surat dan dokumen yang dilaporkan hilang sudah diketemukan di kantor Notaris Alm Adjie Subandi Dharma Kesuma kemudian diserahkan kepada Kuasa Hukum Jhoni Y Sudrajat untuk dijadikan bukti sidang Gugatan Perdata .(mph/pri)