Pencarian Berita


Gara - gara Leasing Motor Jadi Pesakitan Polsek Kiaracondong

Gara - gara Leasing Motor Jadi Pesakitan Polsek Kiaracondong

 

Bandung -- Maksud hati menghindari bayaran kredit motor, uang sekira 4 bulan, jadinya malah menjadi penghuni ruang jeruji di Polsek Kiara Condong Kota Bandung, lantaran telah menganiaya korban Boby pegawai leasing hingga mengalami luka dibagian pelipis, lantaran menagih kreditan motor,atas nama Rahmat, orang tua pelaku.

Kejadian itu terungkap di Pengadilan Negeri (PN) KLS 1A  Khusus Bandung jalan RE.Martadinata, dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Umum (JPU) digelar di ruang IV secara virtual karena terdakwa bernama Riki dengan 1 temannya tidak dihadirkan di pengadilan,melainkan ditempat terdakwa ditahan. 
Selasa (15/9/2020)

Sidang penganiayaan diadili oleh majelis hakim diketuai T Beny Eko Supriyadi, secara virtual, mengalami hambatan karena sinyal, batre lowbat,dan kurang jelas,namun sidang berjalan terus, dakwaanpun rampung dibacakan.

Terhadap dakwaan tersebut Penasehat Hukum (PH) tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU yang menjerat klien nya dijerat dengan pasal 170 dan atau 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)

Sidangpun dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan para saksi. Dalam kesaksian dan  pembuktian JPU menghadirkan 3 saksi fakta diantaranya saksi korban Boby, dan 2 orang lagi adalah warga dan keamanan di tempat kejadian perkara,yakni di SD Sukapura.

Boby menjelaskan awal kejadian sehingga dirinya menjadi korban pemukulan dengan kayu, saksi menerangkan dihadapan majelis hakim,bawa dirinya setiap tanggal muda menghubungi para konsumen perihal cicilan.

Saksi menjelaskan pemukulan dengan kayu panjangnya 1,5 meter dibagian muka,terjadi pada Sabtu malam takbiran sekira bulan Mei, mulanya korban mendapat telepon dari pelaku, yang akan membayar cicilan motornya.
Korban tidak mengetahui pelaku tersebut, setelah dia memberi tahu akan bayar cicilan atas nama Rahmat, korban pun menyepakati dan bertemu di tempat yang ditentukan terdakwa yakni SD Sukapura.

Sesampainya di TKP, tanpa diketahui ada orang tidak dikenal memukuli dirinya hingga mengeluarkan darah,tak diketahui berapa orang, tak lama kemudian ada warga datang untuk melerai kejadian tersebut, karena dengar ada keramaian, ternyata ada korban pemukulan, mengetahui kejadian tersebut, dibubarkan ,sementara korban, dilarikan ke RS terdekat.

Selang beberapa hari kemudian, ada utusan dari keluarganya datang,untuk minta damai, namun korban tidak mau.Setelah itu dari pihak pelaku belum ada lagi menemui ke pihak korban.

Usai pemeriksaan saksi,sidang dilanjutka dengan pemeriksaan terdakwa, Riki mengakui perbuatannya,semua keterangan saksi diakui. Sidangpun digelar kembali sepekan mendatang Selasa (22/9/2020) dengan agenda Tuntutan.(mph/pri)