Pencarian Berita


Dinkes Gandeng LPM Ciptakan Lingkungan Sehat Melalui STBM

Dinkes  Gandeng LPM Ciptakan Lingkungan Sehat Melalui STBM

Bandung -- Lingkungan sehat,bersih nyaman merupakan dambaan kita semua, untuk mewujudkan hal itu, kita perlu mengikuti 5 pilar  Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),jangan buang air besar (bab) sembarangan ,cucilah tangan pakai sabun,olah air minum misalnya direbus, pilah sampah,olah limbah cair,tujuannya mewujudkan perilaku masyarakat higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.

Hal itu merupakan salah satu materi yang disampaikan nara sumber dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung pada pertemuan  Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Percepatan  Kelurahan Open Defecation Free (ODF) yang diikuti 30 DPC Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se Kota Bandung Rabu-Kamis (12-13/8/2020).

STBM  pendekatan perubahan perilaku higiene sanitasi melalui kegiatan pemicuan sebagaimana tertuang dalam Kepmenkes RI No.852/tahun 2008 tentang strategi nasional STBM ditingkatkan,Permenkes RI.No.3 tahun 2014 tentang STBM melalui pemicuan dan pendampingan, pemicuan,menciptakan lingkungan kondusif.

Melalui pertemuan pemberdayaan masyrakat ,bertujuan mempercepat ODF,peserta mampu menerapkan pemberdayaan masyarakat,dan menerapkan partisipasi dalam STBM, dengan metode ceramah tanyakawab,diskusi kelompok serta bermain peran,upaya peningkatan kemampuan masyarakat, penyampaian pendapat dan atau kebutuhannya serta pilihan-pilihanya berpartisipasi,
bernegosiasi,mempengaruhi dan mengelola  kelembagaan masyarakat secara bertanggung jawab (accountable) demi perbaikan kehidupannya.

Peserta yang nantinya menjadi fasilitator di Kelurahan-Kelurahan di Kecamatannya masing-masing,dengan harapan  membuang air besar tidak sbarangan namun di septic tank,jamban sehat,mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas,pengolahan air minum dan makanan rumah tangga,peralatan makanan bersih&sehat, pemilahan,penyimpanan,pengolahan,penyimpanan,pengangkutan penyajian bahan pangan.

Dalam pertemuan tersebut peserta selain diberikan materi teori dan simulasi pemicuan yang terbagi beberapa kelompok..Sebelumnya tim fasilitator mempersiapkan tahapan-tahapan .Pra pemicuan, pemicuan dan pasca pemicuan. tokoh kunci,serta kendala.

Sebelum pelaksanaan terlebih dulu menghubungi masyarakat,tokoh masyarakat,pemerintah setempat,Puskesmas. Melakukan pemetaan data profil kewilayahan, mencari dan mengundang masyarakat untuk hadir dihari pelaksanaan.

Pada saat pelaksanaan pemicuan bagi masyarakat yang belum ODF  diberi pengertian dengan pertanyaan-pertanyaan,sehingga pada saat ingin berubah perilakunya, malu,merasa berdosa.
Jelaskan pada saat bung air besar semanarangan bisa menimbulkan penyakit,lantaran kotoran tersebut bisa termakan manusia melaui udara,melalui serangga, pencaran air.

Dalam simulasi tersebut,ditemui kendala yakni masalah kesepakatan waktu, mengungkapkan perkataan jujur,tentang konsi sanitasi,regulasi belum jelas, karakter dan tingkat pendidikan/pola pikir warga,tidak ada tempat serta biaya.(pri)