Pencarian Berita


PAD Pemkab Sumedang Tahun 2020 Turun Akibat Covid-19

PAD Pemkab Sumedang Tahun 2020 Turun Akibat Covid-19

Sumedang – Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumedang sejak Merebaknya Covid-19 , sangat menganggu stabilitas Pedapatan Daerah yang dikelola Pemkab Sumedang.

Ketika indofakta menyambangi sekretaris Bappenda dikantornya ,Selasa,( 11/08/2020 )  Rohana.MSi  mengatakan” dampak Covid- 19  sangat berpengaruh besar terhadap PAD Kabupaten Sumedang,hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap pembangunan Kabupaten Sumedang, baik transfer dari pusat berkurang,baik bagi hasil provinsi Jaqa Barat, pemerintah Recofusing DAK dari pusat, untuk menanggulangi pencegahan dan penyebaran Covid 19,sehingga  berdampak pada realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)  tahun ini.

Penurunan dipastikan terjadi pada rentang , sejak wabah Covid-19  mulai masuk dan pemberlakuan beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Rohana.M.Si  lebih lanjut mengatakan “serapan PAD pasti menurun saat ini, kondisi tersebut akibat aktivitas masyarakat dikurangi sejak penyebaran Covid-19 .Penurunan yang terjadi semua leading sector PAD Kabupaten Sumedang, bahkan sampai saat ini Bappenda belum Evaluasi PAD triwulan kedua, beberapa hari yang kita sangat senang ketika tidak adanya terpapar Covid-19 ,selang beberapa hari terpapar Covid-19 meningkat.ujarnya.

“Rohana lebih lanjut menyampaikan " Cukup besar penurunan PAD tahun 2020  saat  ini,karna Kabupaten Sumedang termasuk kota jasa dan perdagangan,saat ini kalau pun mal sudah buka,namun animo masyarakat sangat ketakutan nberkujung kempat rai ataupun perbelajaan semi Modren maupun Mall, saat ini rumah makan dan Restoran sudah buka namun pengunjung pun masih sangat sepi,hal ini sebab pendapatan para masyarakat,baik prawisata masih tetap waspada akibat  Covid 19 sehingga menurunkan pendapatan,” jelasnya.


Rohana kembali menyampaikan “ dari Hasil pantauannya, restoran sudah buka namun masih sangat penjunjung,namun kitavtetap optimis PAD tercapai .

Beberapa minggu yang lalu Bappenda,bersama wakil Bupati Sumedang H.Erwan Setiawan dan bersama Anggota DPRD sudah melakukan kunjungan ke beberapa Restoran dan Hotel dan sekaigus memasang tapping Box ,melihat  kondisi saat ini merebaknya kembali Covid-19 tingkat kabupaten Sumedang.Realisasi PAD, sementara belanja dalam keadaan normal. Pos APBD  tetap kita   evaluasi,dan dalam waktu dekat akan danya pembahasan anggaran perubahan tahun 2020.ungkapnya.


“Sudah satu bulan ini, full mungkin yang ditargetkan tiga bulan ini 30 persen ini (realisasi) cuma 10 persen. 10 persen belanja normal kan berarti kita nombok,” ungkapnya.
Setelah situasi berangsur normal, maka pihaknya perlu melakukan kajian strategi untuk menjaga realisasi PAD agar tidak anjlok. Belum ada pembicaraan untuk kebijakan keringanan pajak, terutama yang langsung didapatkan dari masyarakat seperti Pajak Bumi Bangunan (PBB).


Kebijakan keringanan pajak ini dianggap baik untuk dilakukan, pemerintah Kabupaten Sumedang  diharapkan bisa mengambil langkah strategis.

Pemerintah Pusat telah mengeluarkan kebijakan ,sehingga pemerintahvDaerah Kabupaten Sumedang mengambil langkah Atas petunjuk dan arahan kepala Bappenda,melihat situasi dan kondisi saat ini  dari beberapa sektor PAD ,Pajak Hotel,Restoran dan Hiburan dibebaskan hal ini karna tidak operasinya,dan adanya kebijakan Presiden RI Joko Widodo pembebasan pembayaran rekening listrik rumah tinggal dengan daya 450 KVA serta daya yang 900 KVA,dan daya yang  900 KVA memang tidak semuanya 50% ada kelasnya,seperti 900 KVA R1M dan lainya tetap bayar full,danbdiasumsikan ada pelambatan pemakaian daya listrik untuk Industri sebesar 20 %.


Mari kita berdoa  bersama ,mematuhi Protokol kesehatan ,pake masker,cuci sesering mungkin,hindari keruman warga ,agar Covid 19 cepat berlalu dari bumi ini,agar roda perekonomian berjalan seperti semula,dan saya berharap agar masyarakat  mematuhi anjuran pemerintah,hal ini dilakukan pemerintah Pusat untuk memutus penyebaran Covid 19,ujarnya. ( riks )