Pencarian Berita


Sidang Suap Kalapas, Hindari Pajak Progresif Dokumen Mobil Pajero Gunakan Nama Orang Lain

Sidang Suap Kalapas, Hindari Pajak Progresif Dokumen Mobil Pajero Gunakan Nama Orang Lain

Bandung -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali hadirkan Radian Azhar,diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dugaan suap kepada mantan Ketua Lapas (lembaga Pemasyarakatan ) Sukamiskin Bandung,dengan agenda mendengar keterangan saksi dihadirkan KPK. Rabu (29/7/2020)

Sidang berlangsung di ruang 2 Pengadilan Negeri (PN) Kls 1A Khusus Bandung Jl. RE.Martadinata, dipimpin majelis Hakim Dariyanto didampingi 2 Hakim anggota Karier dan Adhock Dennie Arsan F dan Rodjai S Irawan.

Pada sidang lanjutan atas nama terdakwa Radian Azhar, KPK menghadirkan  3 orang  saksi yakni
Muahir selaku Manager  operasional PT.Fajar  ia menerangkan Direktur Umum terdakwa Rahardian,mengenai kerjasama dengan Lapas-Lapas Cikarang,Cipinang,Jelekong,Bandung, dan lainnya, tentang pengadaan kebutuhan warga binaan.

Saksi pun pernah diperintahkan untuk mencarikan mobil kreditan,dan mempersiapkan  persyaratan, dengan dokumem atas nama saksi menghidari pajak progresif seperti KTP, KK serta struk gaji, dan lainnya,sementara gaji diterima saksi totalnya Rp.15 Juta,sedangkan cicilan Tiap bulan Rp.13Juta. Agar syarat nya tepenuhi struk gaji dinaikan,tapi saya tidak mengetahui.

Muahir  bahwa dirinya sempat bertanya-tanya kenapa mobilnya belum datang juga, padahal pengajuannya untuk oerasional perusahaan,sementara bayar cicilan sudah ke 13.

Saksi Aston Wakil direktur PT Glori
menerangkan tentang MOU dengan lapas  Sukamiskin dalam percetakan, kerjasama bagi hasil 60 persen Lapas karena tempat dan mesin-mesin percetakan ,35 Glori,membantu pemasaran prodak Sukamiskin,dan service mesin.

Pada saat pengecekan mesin2 percetakan tapi mesin kwalitas kurang memadai, mesinnya sudah dipreteli saya lapor ke terdakwa,namun terdakwa bilang "bantuin saja dulu", katanya.

MOU itu berjalan tidak lama sekira 6 bulan mengundurkan diri lantaran penghasilan Rp.32 Juta tidak terjangkau terlalu jauh dengan pajak  yang harus dibayar  sekira Rp 173 juta

Disidangkannya terdakwa Rahadian bermula pada 28 Juni 2018 menjalin kerjasama dengan mantan Kalapas  Sukamiskin Bandung  yang disidangkan terlebih dulu.
Terdakwa diduga telah memberikan  satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport,  mitra koperasi dan kerja sama  yang melekat pada jabatan dan kedudukannya.

Perbuatan terdakwa  Rahadian Azhar terancam hukuman sebagaimana Pasal 5 ayat 1 huruf atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(mph/pri)