Pencarian Berita


Tim Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Kembali Jemput Dua Pasien Terpapar Covid 19

Tim Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Kembali Jemput Dua Pasien Terpapar Covid 19

Sumedang- Juru bicara  Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kusweri kembali menyampaikan “ terpapar Civid 19 di Sumedang saat ini masih tinggi,perberlakuan AKB sehingga meningkatnya pasien terpapar Covid19, hari TIM MEDIS kembali melakukan penjemputan terhadap pasien positif terpapar Covid 19.

Iwa Kusweri mengatkan” Hari ini, Minggu (26/7) dua pasien terkonfirmasi Covid-19 dari dua kecamatan Tim Medis akan menjemput pasien Terpapar Covid 19.adapun tim medis dari Dinas Kesehatan untuk menjalani isolasi dan perawatan di RSUD Sumedang.

Iwa  menjelaskan, kedua pasien tersebut berinsial  IL, 48, warga Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh yang merupakan isteri dari pasien 18 yang sudah terlebih dahulu di Isolasi di RSUD ,dan satu berinsial  DIA, 21, warga Desa Sunda Mekar, Kecamatan Cisitu.Kalau yang di Cisitu itu hasil swab dari pasar Situraja yang dilakukan Dinas Kesehatan” hingga saat ini, jumlah pasien Positif Covid-19 berjumlah 21 orang dan sudah dinyatakan sembuh sebanyak 16 orang.ujarnya.

“Iwa menengaskan” masyarakat diminta tetap mematuhi Protokol Kesehatan,hal ini bisa kita lihat ,sejak perberlakuan AKB  menunjukan jika wabah ini masih riskan penyebaranya,masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Iwa Kusweri kembali mengingatkan mMasyarakat Sumedang, terkait pemberlakuan sanksi denda dan sosial bagi seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat yang akan mulai diberlakukan besok, Senin 27 juli.

Adapun Pemberlakuan sanksi denda dan sosial ini, dilakukan dalam rangka pendisiplinan warga terhadap pemakaian masker, adapun Sanksi bagi Masyarakat diberikan, bagi Masyarakat yang beraktivitas di luar ruang tanpa menggunakan masker, akan didenda sebesar Rp.100 – 150 ribu atau hukuman kerja sosial.

Iwa Kuswaeri mengatakan, untuk penilangan akan dilakukan oleh Satpol PP, Polisi dan TNI atas nama Gugus Tugas,terkait kebijakan tersebut, ada pengecualian atau waktu yang diperbolehkan untuk melepas masker diruang publik yaitu bagi yang sedang pidato, makan dan minum, olah raga kardio tinggi dan sedang sesi foto sesaat.

“Jadi, pemberlakuan denda ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat
menerapkan protokol kesehatan di ruang publik, sebab kedisiplinan amat penting dalam pencegahan penularan Covid-19,”ujarnya.

Pemberlakuan sanksi denda di wilayah Kab. Sumedang bagi yang tidak memakai masker di area publik,  mengacu pada Peraturan Gubernur Jawa Barat yang akan dijadikan pedoman dalam pengaturan penerapan sanksinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada di daerah,” ucapnya.

Pemerintah Sumedang  meminta terus mengingatkan agar masyarakat lebih disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam hal ini bermasker jika
tidak ingin terkena denda.

Untuk menjadikan Kab. Sumedang yang aman dari Covid-19 itu ada kuncinya yaitu  pengawasan dan penegakan protokol
kesehatan, kedisiplinan masyarakat serta visi bersama bahwa daerah yang sehat maka masyarakat akan lebih produktif dan kompetitif.

Iwa kembali mengingatkan" masyarakat Sumedang diwajibkan memakai masker ,apabila tidak mengunakam siap-siap aj Sangsi menanti kita semua" ujarnya. (Riks )