Pencarian Berita


Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam Setelah 3 Hari Mencari

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam Setelah 3 Hari Mencari

TASIKMALAYA -- Upaya pencarian terhadap pemancing yang terseret Sungai Ciwulan, di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat  berbuah hasil setelah dilakukan pencarian selama tiga hari oleh tim Basarnas Kantor SAR Bandung Dan TNI,Polri, BPBD Kabupaten Tasikmalaya serta sejumlah warga sekitar.

Korban diketahui tenggelam pada Sabtu (27/06/2020) sekira jam 12.00 lalu. Sosok pria yang dikenal dengan nama Wahidin,(65),Warga Kampung Bojongnangka Desa Tonjongsari Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung dan petugas lainya tiga hari kemudian.Jenazah Korban diketemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi awalnya tenggelam.

Dalam pencarian itu tim Basarnas melakukan pencarian ke arah timur dan barat dari lokasi tenggelam.

Kepala Kantor Basarnas Bandung, Deden Ridwansah kepada wartawan Senin (29/06/2020)mengatakan,Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad pemancing yang terseret Sungai Ciwulan, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (29/06) siang sekitar pukul 11.45 WIB.

“Jasad korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian,” ujar dia.

Menurut dia, jasad korban yang diketahui warga Kampung Bojongnangka, Desa Tojongsati, Kecamatan Cikalong itu, pada pukul 12.15 WIB oleh tim SAR telah dievakuasi selanjutnya dibawa ke Puskesmas Cikalong.

Sementara itu,Danramil 1220/Cikalong, Letda Inf Santoso membenarkan jasad korban ditemukan tepatnya di blok Datar haji, Sungai Ciwulan.

“Setelah dievakuasi kemudian dicek fisik oleh tim UPTD Puskesmas Cikalong tidak ada hal-hal yang mencurigakan, artinya korban kecelakaan murni atau pribadi,” ujar dia.

Tambah dia, hasil musyawarah dengan perwakilan dari pihak keluaraga maka jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

“Kami imbau kepada masyarakat supaya hati-hati dalam mencari ikan di sungai Ciwulan karena arusnya berbahaya di musim penghujan serta datang air yang sulit diprediksi,”pungkas dia.(rendi b)