Pencarian Berita


Poldasu Koordinasi Dengan BPKP Usut Dugaan Korupsi UINSU

Poldasu Koordinasi Dengan BPKP Usut Dugaan Korupsi UINSU

MEDAN -- Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu masih melakukan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan gedung perkuliahan terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).


Direktur Dir Reskrimsus Poldasu Kombes Pol. Rony Samtana melalui Kasubbid  Penmas Bid Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan, Kamis (25/06/2020) mengatakan, dugaan korupsi pembangunan gedung perkuliahan terpadu UINSU masih tahap penyelidikan.


“Saat ini tim sedang berkoordinasi dengan BPKP untuk memastikan angka kerugian negara,” sebutnya.


MP Nainggolan mengatakan, penyidik sudah mendatangkan tim ahli konstruksi dari Institut Tekhnologi Surabaya (ITS) untuk memeriksa bangunan. "Penyidik masih bekerja, dengan mendatangkan tim ahli konstruksi melakukan penelitian," katanya.


Disebutkan, penyidik Tipikor Poldasu usai Idul Fitri 1441 H, melakukan ekspos dengan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) untuk
melakukan audit kerugian negara.


Usai ekspos di BPKP, dilakukan gelar perkara untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Sementara belasan saksi juga sudah diperiksa.


Namun, Nainggolan belum mengetahui apakah rekanan dari PT Multi Karya Bisnis (PT MKB) beralamat di Jalan Jermal XV sudah diperiksa atau belum.


Pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU dikerjakan PT MKB. Pembangunan gedung itu disebut-sebut memakan biaya sekira Rp45,7 miliar. Kasus itu mulai ditangani Tipikor Poldasu sejak akhir 2018.


Terkait kasus itu, sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa melakukan unjuk rasa di Poldasu dan di DPRDSU serta di kampus UINSU.


Presiden PP LSM Lira HM Jusuf Rizal,  Ketua Mahasisa Pancasila Sumut Hendra L.A, Ketua PMII Rahmad Ritonga dan lainnya mendesak Tipikor Poldasu serius menuntaskan kasus tersebut, diduga melibatkan Rektor UINSU inisial S.(anto)