Pencarian Berita


Mantan Kabid SMP Kabupaten Bandung Dituntut Lima Belas Bulan

Mantan Kabid SMP Kabupaten Bandung Dituntut Lima Belas Bulan

Bandung -- Terdakwa Maman Sudrajat dituntut selama 1 tahun 3 bulan (15 bulan) dan denda sebesar Rp50. 000.000,00 subsider 3 bulan kurungan. Barang bukti berupa uang dan telepon milik terdakwa disita untuk negara.

Hal tersebut dikemukakan Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum), Mursito, SH, Dkk dalam sidang lanjutan perkara korupsi hasil OTT Tim Satgas Saber Pungli Polda Jabar, dengan agenda Pembacaan Surat Tuntutan (3/6/2020). Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Daryanto, SH., MH tersebut, Tim JPU menguraikan fakta-fakta di persidangan yang tak jauh dari Surat Dakwaan. Pengakuan mantan Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung itu, meringankan Tuntutan terhadapnya.

H. Maman Sudrajat dituntut sesuai Pasal 11 huruf e UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK yaitu dengan maksud menguntungkan diri atau orang lain secara melawan hukum memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Perbuatan yang dilakukan adalah berawal pada hari Kamis tanggal 2 Januari 2020 bertempat di Aula Rapat Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Adang Sujana, S.Pd.,MM selaku Sekdis (Sekretaris Dinas) berbicara kepada terdakwa  yang intinya menyebutkan bahwa masalah yang ditangani Polres belum selesai karena masih kurang. Saran dari Sekdis adalah meminta bantuan kepada sekolah yang mendapat DAK TA 2019 yang nilainya di atas Rp500.000.000,- dan meminta datanya kepada terdakwa. Pada hari yang sama, terdakwa lalu menyampaikan kepada Sekdis data yang diminta. Keesokan harinya, sekitar jam 09.00, Adang Sujana, S.Pd.,MM memerintahkan terdakwa untuk lebih dulu berangkat ke SMPN 1 Pameungpeuk dan Adang Sujana akan menyusul karena sedang ada tamu. "Tadinya yang akan hadir adalah Pak Sekdis, akan tetapi karena ada sesuatu hal, maka saya ditugaskan untuk datang ke sini, saya diperintah Pak Sekdis untuk menyampaikan amanat ini bahwa ada dua Kepala Sekolah yang bermasalah dengan APH (Aparat Penegak Hukum) dengan kisaran uang sebesar 60 juta," dan Maman juga menyampaikan, "padahal tidak harus sebesar itu dan tidak harus sekarang, tapi silahkan diatur-atur saja." Setelah menyampaikan kepada para Kepala Sekolah, Maman keluar meninggalkan ruangan.

Pada bagian lain Maman mengatakan bahwa uang DAK yang diterima oleh Para Kepala SMP itu kegunaannya untuk pembangunan fisik sekolah dan saat terjadi OTT kegiatannya masih berjalan. Meski demikian, Sekdis maunya selesai urusan pemeriksaan di Polres Bandung.

Sementara sebanyak 8 orang Kepala Sekolah berembuk mengenai permintaan bantuan Rp60.000.000,- yang kemudian dibagi 8 dan disepakati per-Kepala Sekolah sebesar Rp7.500.000,- kecuali yang terkena masalah yaitu SMPN 2 Solokan Jeruk (Tiktik Ruswandi, SPd) dan SMPN 1 Nagreg (Tono Prihartono, S.Pd yang saat itu tidak hadir). Bahwa kemudian terkumpul uang sebesar Rp52.500.000,- dan uang tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam. Lalu oleh Sutisna disimpan di dalam mobil terdakwa yang diparkir di halaman SMPN 1 Pameungpeuk. Saat terdakwa akan meninggalkan SMPN 1 Pameungpeuk, mobil dihentikan oleh Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, langsung memeriksa lalu mengamankan terdakwa beserta uang sebesar Rp52.500.000,-. Sidang akan dilanjutkan senin (8/6/2020) dengan agenda Pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi). (Y CHS).