Pencarian Berita


Direplik Jual Tanah Bos JPU Tetep Pertahankan Tuntutannya

Direplik Jual Tanah Bos JPU Tetep Pertahankan Tuntutannya

Karawang -  Direplik dugaan terdakwa MJS jual tanah batu kapur Boss Seluas 1 Ha, JPU tetep pertahankan tuntutannya 4 tahun penjara. Hal ini, karena terdakwa MJS, dianggap telah terbukti melanggar pasal 378 KUHP.
            

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Karawang, Wahyudi, SH. Pada agenda sidang. kamis (28/5)  pembacaan Repliknya, tetep mempertahankan tuntutannya. Dan menganggap secara syah dan meyakinkan, dimana terdakwa atas perbuatannya telah melanggar pasal 378 KUHP.
          

Kemudian kata Jaksa, Wahyudi, lewat persidangan, antara keterangan saksi dengan barang bukti, ada relevansinya dengan perbuatan terdakwa
 Hal ini, juga sekitar penerapan pasal 378 KUHP,, telah memenuhi unsur unsur perbuatan melawan hukum.
          

Masih kata JPU lewat Reploknya, terdakwa MJS, telah melakukan tipu muslihat terhadap korban yang juga bossnya sendiri, dengan menawarkan tanah berupa batu kapur, seluas 1 Ha. Kemudian kepada korban, tanah tersebut bagus, dan bisa ditambang batu kapurnya.
            

Karena korban, tertarik atas tawaran terdakwa, akhirnya tanah tersebut dibeli, dengan terlebih dahulu dilakukan negoisasi masalah harga tanah. " korban setelah mendapat kesepakatan masalah harga, akhirnya meminta nomor rekening pihak perjual kepada terdakwa," kata Jaksa Wahyudi, SH.
       

Nah, kemudian korban, setelah melakukan pembayaran melalui rekening penjual, Ny. Agata, menyusuh kembali terdakwa untuk memproses balik nama surat tanah tersebut.Setelah sekian lama ditanyakan sekitar kapan selesainya surat tanah tersebut, terdakwa selalu menjawab masih dalam proses.
           

Dalam hal ini, kata Jaksa, korban baru tahu tanah yang dibelinya diatasnamakan terdakwa, setelah melaporkan kasusnya ke Polda Jabar. Dan disitu juga korban baru tahu, tanah yang dibelinya dari ny. Agata tersebut sudah dibeli dan sertifikatnta sudah atas nama Cang Juipang
            

Jaksa lewat Refliknya menyatakan, tidak ada unsur pemaaf dan hal yang meringankan, atas perbuatan tersebut. Dan memohon kepada majelis hakim, agar tuntutannya itu dikabulkan.
           

Pihak penasehat hukum, Alek Safri, mengatakan, bahwa cliennya itu harus bebas. Kemudian, sekitar penetapan tersangka, penahanan terdakwa dianggap tidak syah. Kemudian cliennya telah habis masa penahannya. 
          

Sidang yang diketuai, Dewa Ketut Kartana, SH, akan dilanjutkan, Kamis (4/6), dengan agenda, Duplik, dari penadehat hukum terdakwa MJS. (Jay)