Pencarian Berita


Virus Corona ( COVID 19 ) Mempengaruhi PAD Kabupaten Sumedang

Virus Corona ( COVID 19 ) Mempengaruhi  PAD Kabupaten  Sumedang

Sumedang -- Badan  Pengelolaan Pendapatan Daerah ( Bappenda  ) Kabupaten Sumedang  tentu akan mengalami dampak  kerugian atau potensi pendapatan yang lepas akibat mewabahnya virus corona (Covid - 19) dampaknya untuk PAD sangat berpengaruh.



Ketika disambangi Indofakta Kepala Bappenda Kabupaten Sumedang melalui Sekretarisnya Rohana.M.Si (Kamis ,26/03/2020)  dikantornya  mengatakan”  bahwa pihaknya belum memastikan angka persis yang akan hilang dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat virus Corona Covid 19 . Namun, dirinya memastikan beberapa pemasukan pajak akan berkurang  dari target yang pernah  kita sampaikan misalnya pajak restoran,Hotel,Tempat Hiburan ,PPK,Air bawah tanah dan lainya  


"Dampak Covid-19 masih dikaji, berapa total yang hilang PAD ,Kita akan hitung nanti ,Kerugian dari Hotel ,Restoran ,Tempat Hiburan,Bioskop dan lainya. Perhitungannya  baru bisa  kita hitung pada  bulan April nanti hitungan kasarkan yang setor Bulan Februari dan Maret ,akibat Covid 19 dampak sosialnya sangat berpengaruh,baik untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Sumedang yang dibiayai dari APBD Kabupaten.

Rohana mengakui,untuk Maret 2020,  mengakui pendapatan pajak restoran,Hotel,dan pajak lainya pasti berkurang  pasalnya, muncul kekhawatiran masyarakat untuk makan di luar setelah virus corona Covid 19 dan liburan lainya  . 

Pekan lalu, Pemerintah Pusat  telah menetapkan status siaga darurat bencana nonalam. Masyarakat pun diimbau untuk meminimalisir kegiatan yang bersifat keramaian dan dianjurkan untuk tetap di rumah saja sampai situasi kondusif.ujarnya.
"Memang [PAD]  dampak Covid – 19 sejak Pemerintah menyampaikan Dampak Darurat non Bencana alam ,sebagaiman laporan yang kita terima ,rumah makan Kartika,Hotel Puri Jatinangor,dan tempat Hiburan hiburan sepi. Parkir juga sepi," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Zulhelmi berharap potensi pendapatan yang lepas akibat virus corona ini bisa terganti pada bulan puasa atau Ramadan sebentar lagi.
Dirinya optimistis, apabila wabah virus corona dapat teratasi, masyarakat akan kembali mengkonsumsi lewat kebiasaan bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama.
"Tinggal nanti kita seperti apa mengganti itu [pendapatan yang hilang]. Mudah-mudahan virus ini berlalu, mudah-mudahan bulan puasa nanti, bisa menambah PAD karena akan ada silaturahmi," imbuh Rohana.

 

Rohana lebih lanjut menyampaikan”capaian tersebut berasal dari 11 objek pajak dengan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Restoran, Pajak Hiburan, serta Pajak Penerangan Jalan menjadi kontributor utama.
"Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini kita cukupkan target kita. Sehingga kita masih punya beberapa hari ke depan untuk kejar target triwulan II,"dan mari kita berdoa pada Allah SWt agar Covid 19 cepat berlalu,dan untuk. Masyarakat sebagaimana anjuran Pemerintah dan Maklumat Kapolri mematuhinya ujarnya.(riks )