Pencarian Berita


Perkembangan dan Situasi Penyebaran Covid-19 Di Kabuapten Sumedang

Perkembangan dan Situasi Penyebaran Covid-19 Di Kabuapten Sumedang

Sumedang -- Pemerintah Kabupaten Sumedang terkait situasi dan penyebaran Covid 19 Tingkat Kabupaten Sumedang. Direktur RSUD Kabupaten Sumedang Aceng Solehuddin saat memberikan  pernyataan dalam Jumpa Pers di Gedung Negara ,Senin 23/03/2020, terkait Pencegahan Penyebaran COVID 19 di Wilayah Kabupaten Sumedang  status Waspada.

Aceng menyampaikan , saat ini ada 1 orang yang teridentifikasi positif COVID 19, pasien tersebut diduga terpapar di Bandung dan saat dikonfirmasi pasien berdomisili di Kecamatan Sumedang Selatan. Walaupun kondisinya terlihat sehat dan tidak menunjukan gejala sakit, berdasarkan hasil test dinyatakan positif dan saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi di RSUD Kabupaten Sumedang.

Adapun perkembangan lainnya, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih berjumlah 1 orang, sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami lonjakan yang signifikan terbagi dalam 2 kategori yaitu ODP Berisiko dan ODP Bergejala.

"ODP Berisiko yaitu orang yang datang dari wilayah yang terkonfirmasi covid-19 tapi tidak ada gejala sebanyak 1807 orang ODP Bergejala yaitu orang yang datang dari wilayah terkonfirmasi covid-19 dan ada gejala sebanyak 26 orang,"terangnya.
--
Aceng menjelaskan, lonjakan ODP Beresiko terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan  yang bermata pencaharian di Jakarta dan saat ini mereka pulang kampung ,adapun warga yang pulang kampung dari beberapa kecamatan ,(warga  paling banyak Kec.Cisarua, Kec. Cibugel, Kec. Jatinunggal, Kec. Ujungjaya, Kec. Tomo, Kec. Paseh),ungkapnya.


"Saat ini warga masyarakat dimaksud agar melakukan pemantauan secara mandiri dan membatasi interaksi sosial untuk jangka waktu 14 hari ke depan. Apabila ada keluhan diantaranya demam, batuk, sakit tenggorokan agar berkunjung ke fasilitas kesehatan (Puskesmas/ klinik terdekat,"jelas Aceng.


Aceng,lebih lanjut menyampaikan " berdasarkan hasil teleconference dengan Gubernur Jawa Barat H. M. Ridwan Kamil yang dilaksanakan tadi pagi, secepatnya akan dilakukan Tes Masiv Covid-19 di seluruh wilayah di Jawa Barat termasuk di wilayah Kabupaten Sumedang. Tes Masiv Covid-19 ini terbagi dalam 3 kriteria, yaitu Kriteria A, B, dan C.

Berkaitan dengan pelaksanaan tes terhadap tiga kategori dimaksud, terlebih dahulu akan kita didata dan daftarkar siapa saja yang berada di tiap kategorinya yang akan disampaikan melalui aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID 19 Jawa Barat).

Selanjutnya, Pemda Kabupaten Sumedang juga telah bekerja sama dengan Universitas Padjajaran, melalui pembuatan sebuah aplikasi Self Assessment Reporting Covid-19 yang selanjutnya dikenal dengan aplikasi Amari Covid-19.

"Amari Covid-19 adalah aplikasi mawas diri Covid 19, digunakan untuk identifikasi awal dan edukasi infeksi Covid 19 bagi masyarakat Sumedang. Aplikasi ini bukan alat diagnosis penyakit Covid 19 atau pengganti layanan kesehatan oleh tenaga medis, tetapi untuk memberikan informasi dalam bentuk digital,"pungkasnya.(riks)