Pencarian Berita


Tipikor Bandung Adili OTT Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung

Tipikor Bandung Adili OTT Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung

Bandung -- Ditahan sejak 4 Januari 2020, akhirnya Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Bandung pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus menyidangkan perkara korupsi yang dilakukan oleh H. Maman Sudrajat,S.Pd., MM (57) hari ini (23/3/2020).

Dalam Surat Dakwaan No. Register  Perkara : 03/Cimah/03/2020, JPU (Jaksa Penuntut Umum), Mursito, SH., MH antara lain mengatakan bahwa terdakwa dengan maksud menguntungkan diri atau orang lain secara melawan hukum memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Berawal pada hari Kamis tanggal 2 Januari 2020 bertempat di Aula Rapat Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Adang Sujana, S.Pd.,MM selaku Sekdis (Sekretaris Dinas) berbicara kepada terdakwa  yang intinya menyebutkan bahwa masalah yang ditangani Polres belum selesai karena masih kurang. Saran dari Sekdis adalah meminta bantuan kepada sekolah yang mendapat DAK TA 2019 yang nilai nya di atas Rp500.000.000,- dan meminta datanya kepada terdakwa.

Pada hari yang sama, terdakwa lalu menyampaikan kepada Sekdis data yang diminta yaitu : 1. SMPN 1 Pameungpeuk ; 2. SMPN Paseh ; 3. SMPN Pacet ; 4. SMPN 2 Katapang ; 5. SMPN Dayeuhkolot ; 6. SMPN Nagreg ; 7. SMPN 2 Solokan Jeruk ; 8. SMPN 2 Cileunyi ; 9. SMPN 3 Cileunyi dan 10. SMPS Bina Taruna Bojongsoang.

Dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Beni Eko S, SH., MH, JPU mengungkapkan, keesokan harinya, sekitar jam 09.00, Adang Sujana, S.Pd.,MM memerintahkan terdakwa untuk lebih dulu berangkat ke SMPN 1 Pameungpeuk dan Adang Sujana akan menyusul karena sedang ada tamu.

Para Kepala Sekolah yang berjumlah 9 orang yaitu :  1. Kepala Sekolah Bina Taruna, Sutisna ; 2. Kepala SMPN 2 Cileunyi, Amanadin Hidayat ; 3. Kepala SMPN 3 Rancaekek, Lisde Sulistiawati ; 4. Kepala SMPN 1 Pameungpeuk, TB. Rucita ; 5. Kepala SMPN 2 Paseh, Nana Sumarna ; 6. Kepala SMPN 2 Dayeuhkolot, Asep Juhro, S.Pd ; 7. Kepala SMPN2 Pacet,  Drs. Kamal Bustomi ; 8. Kepala SMPN 2 Katapang, Tendi Sutisna, S.Pd dan 9. Kepala SMPN 2 Solokan Jeruk,  Tiktik Ruswandi, S.Pd, klalu berkumpul di Ruang Rapat. Sekitar jam 09.30 terdakwa datang dan menyampaikan kepada para Kepala Sekolah, "tadinya yang akan hadir adalah Pak Sekdis, akan tetapi karena ada sesuatu hal, maka saya ditugaskan untuk datang ke sini, saya diperintah Pak Sekdis untuk menyampaikan amanat ini bahwa ada dua Kepala Sekolah yang bermasalah dengan APH ( Aparat Penegak Hukum) dengan kisaran uang sebesar 60 juta," dan terdakwa juga menyampaikan, "padahal tidak harus sebesar itu dan tidak harus sekarang, tapi silahkan diatur-atur saja." Lalu setelah menyampaikan kepada para Kepala Sekolah, terdakwa keluar meninggalkan ruangan. Sementara sebanyak 9 orang Kepala Sekolah berembuk mengenai permintaan bantuan Rp60.000.000,- yang kemudian dibagi 8 dan disepakati per-Kepala Sekolah sebesar Rp7.500.000,- kecuali yang terkena masalah yaitu SMPN 2 Solokan Jeruk ( Tiktik Ruswandi, SPd) dan SMPN 1 Nagreg (Tono Prihartono, S.Pd yang saat itu tidak hadir).

Bahwa kemudian terkumpul uang sebesar Rp52.500.000,- dan uang tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam. Lalu oleh Sutisna disimpan di dalam mobil terdakwa yang diparkir di halaman SMPN 1 Pameungpeuk. Saat terdakwa akan meninggalkan SMPN 1 Pameungpeuk, mobil dihentikan oleh Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, langsung memeriksa lalu mengamankan terdakwa beserta uang sebesar Rp52.500.000,-

Perkara dengan Register Nomor : 20/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Bdg tanggal 16 Maret 2020 itu, JPU mendakwa H. Maman Sudrajat dengan Pasal 12 huruf e UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK. Sidang akan dilanjut pada minggu mendatang dengan agenda pemeriksaan para saksi. (Y CHS).