Pencarian Berita


Jaksa Agung RI Pimpin Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Jampidsus

Jaksa Agung RI Pimpin Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Jampidsus

Jakarta -- Jaksa Agung RI ST.Burhanuddin pimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan serta serah terima Jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, dan Staf Ahli Jaksa Agung,berlangsung di Kejaksaan Agung,Jakarta,Jumat ( 28/2/2020 )

Jaksa Agung melakukan pengambilan sumpah  kepada  Ali Mukartono, S.H., M.M. selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Dr. Sunarta, S.H., M.H. selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, dan Mangihut Sinaga, S.H selaku Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pembinaan,kemudian dilanjutkan dengan  penyematan tanda jabatan eselon I dan penandatangan berita acara sumpah yang disaksikan langsung oleh Jaksa Agung,Wakil Jaksa Agung,para Jaksa Agung Muda , Kaban Diklat dan para staf ahli Jaksa Agung, serta sejumlah pejabat eselon II dan IAD Pusat.  

Jaksa Agung Burhanuddin mengungkapakan,bahwa upaya menjaga keberlangsungan kehidupan dan eksistensi organisasi, melainkan momen bagi kita bersama untuk mengingat dan menyadari kembali akan kewajiban dan tanggung jawab besar untuk senantiasa meningkatkan kinerja positif dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat dengan lebih baik lagi.

“Saya yakin penempatan saudara-saudara pada jabatan-jabatan tersebut mampu mendukung, menguatkan, dan melengkapi dalam upaya membangun Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang dapat memberikan pelayanan hukum secara profesional, bersih, transparan, akuntabel, dan berwibawa,” kata Burhanuddin.

Dalam kesempatan ini Jaksa Agung menegaskan untuk mewujudkan Kejaksaan sebagaimana yang diharapkan bersama, Burhanuddin  sampaikan beberapa penekanan tugas yang harus dilaksanakan, kepada ke 3 pejabat yang baru saja dilantik.

Jaksa Agung RI Kepada Jampidsus :

Jaksa Agung minta Rumuskan kebijakan, sekaligus arahkan, kendalikan dan awasi penanganan perkara tindak pidana korupsi yang tidak hanya semata-mata fokus kepada pendekatan represif, namun juga mampu menyeimbangkan antara pendekatan represif dan pendekatan preventif, terlebih proaktif untuk menciptakan sistem anti korupsi bagi perbaikan tata kelola pemerintahan, di segenap wilayah satuan kerja pusat dan daerah, sehingga perbuatan korupsi tidak terulang di kemudian hari.

Lakukan penanganan perkara tindak pidana korupsi di tengah berlangsungnya perhelatan Pilkada tahun 2020 dengan senantiasa mempedomani Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 9 tahun 2019 tentang Optimalisasi Peran Kejaksaan RI dalam Mendukung dan Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020, agar penanganan tindak pidana korupsi tidak dipolitisir dan dimanfaatkan sebagai isu untuk menggagalkan pencalonan pihak tertentu dalam Pilkada.

Kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum:

Rumuskan kebijakan penyusunan surat dakwaan yang profesional, efektif, dan efisien, sebagai representasi mahkota Jaksa saat pembuktian, terutama dasar pijak bagi terciptanya kebenaran dan keadilan, agar kekeliruan penyusunan surat dakwaan yang kerap menimbulkan polemik, terlebih bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat dapat dihindari.

Optimalisasikan kapasitas dan kompetensi seluruh jajaran untuk melakukan penanganan tindak pidana pilkada secara profesional, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta bebas dari anasir dan muatan yang didasari pada kepentingan pribadi maupun golongan tertentu, sehingga terjamin kredibilitas keseluruhan proses Pilkada Tahun 2020.

Kepada Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pembinaan

Lakukan tugas memberikan telaahan, pengkajian, dan pemikiran mengenai permasalahan aktual di bidang Pembinaan, baik diminta maupun tidak, dan menyampaikannya kepada Jaksa Agung. Saya berharap dengan pengalaman dan wawasan luas yang Saudara miliki akan sangat bermakna membantu Pimpinan dalam membuat keputusan dan merumuskan kebijakan yang tepat, komprehensif, dan holistik guna menanggapi setiap permasalahan yang ada.

Selain beberapa arahan khusus bagi para pejabat baru Jaksa Agung juga minta lakukan penegakan hokum lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indoneisa.

“Lakukan penegakan hukum yang mampu memacu perkembangan investasi dan pembangunan infrastruktur, guna mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan pemerataan,”ujar Burhanuddin.

Jaksa Agung ,lanjutnya tingkatkan mutu pengendalian dan pengawasan atas program kerja yang sedang dilaksanakan, khususnya pelaksanaan hasil keputusan Rapat Kerja Nasional tahun 2019, guna pencapaian optimalisasi kinerja aparat kejaksaan.

Jaksa Agung juga mengarahkan kepada setiap Jaksa untuk giat mempublikasikan setiap keberhasilan pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan yang dimiliki, ataupun program kerja yang sedang dan akan dilakukan, baik itu dalam penanganan perkara, maupun kegiatan positif lainnya, melalui pemanfaatan sarana atau media sosial yang dimiliki, sebagai bentuk akuntabilitas dalam rangka membangun kepercayaan publik. Berkenaan dengan hal ini, saya juga menghimbau agar setiap publikasi disampaikan secara valid, aktual, tidak menjatuhkan kredibilitas institusi, dan tidak menyerang atau mengkritisi kebijakan pimpinan.

Upayakan terus terwujudnya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) & Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di seluruh satuan kerja Kejaksaan, secara konsisten dan berkesinambungan, guna membangun institusi Kejaksaan yang bermartabat dan tepercaya.

Mengakhiri sambutannya Jaksa Agung menyampaikan  apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pejabat Jaksa Agung Muda Pidana Khusus yang telah berakhir masa tugasnya, Dr. Moh Adi Toegarisman, S.H., M.H., MBL.

“Saudara telah berusaha keras melakukan dan membaktikan semua yang terbaik yang saudara miliki. Waktu, tenaga, pikiran dan seluruh kemampuan bagi terselenggaranya penegakan hukum yang baik,” ucap Burhanuddin

Selain itu Burhanuddin juga mengucapkan terimakasih dan penghargaannya  kepada Ibu Adi Toegarisman, yang selama ini dengan penuh keikhlasan, ketulusan, dan kesabaran telah turut menjaga dan mendampingi suami selama menjalankan tugasnya, baik secara pribadi maupun melalui wadah Ikatan Adhyaksa Dharmakarini pusat maupun daerah yang telah banyak melakukan kegiatan bermanfaat yang juga sangat mendukung eksistensi Korps Adhyaksa. ( Muzer )