Pencarian Berita


MTT PP Muhammadiyah: Rokok Elektrik Hukumnya Haram!

MTT PP Muhammadiyah: Rokok Elektrik Hukumnya Haram!

YOGYAKARTA  -- Guna meneguhkan kembali posisi Muhammadiyah terhadap rokok -- di mana perkembangan perokok semakin masif, salah satunya dengan penggunaan rokok elektronik atau yang sering disebut dengan Vape -- Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa rokok elektrik hukumnya haram.

Hal itu tertuang dalam surat keputusan nomor 01/PER/I.1/E/2020 tentang hukum dari e-cigarette (rokok elektrik) pada 14 Januari 2020 di Yogyakarta.

Selain itu, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah merekomendasikan kepada pemerintah pusat atau daerah untuk membuat kebijakan yang melarang total rokok elektrik dan tembakau. Termasuk penjualan secara daring, distribusi, iklan, promosi dan sponsorship.

Lalu, kepada seluruh unsur Muhammadiyah yang meliputi organisasi otonom, lembaga, majelis dan amal usaha, hendaknya turut berperan aktif dalam mengampanyekan bebas e-cigarette.

Adapun fatwa haram vape ini mencakup semua kriteria rokok elektrik, baik dalam bentuk Electronic Nicotine Delivery System (ENDS), Electronic Non Nicotine Delivery System (ENNDS) dan Heated Tobacco Products (HPT).

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, Lc, M.Ag, dalam forum silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jum'at (24/1/2020), di aula PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro Yogyakarta, mengatakan, merokok elektronik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional.

"Karena kategori perbuatan mengonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan. Lalu,  rokok elektrik membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uap sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi," kata Wawan Gunawan AW.

Sebagaimana rokok konvensional, rokok elektrik juga mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan. "Tapi dampak buruknya dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun panjang," tandas Wawan Gunawan.

Bagi Wawan, penggunaan e-cigarette tidak lebih aman dibandingkan dengan penggunaan rokok berbahan tembakau. "Sesuai dengan fakta ilmiah tidak ada satu pihak medis yang menyatakan aman dari bahaya," kata Wawan Gunawan, yang menambahkan dalam e-cigarette diketemukan juga zat karsinogen.

Wawan berpesan, mereka yang belum atau tidak merokok wajib menghindarkan diri dan keluarganya dari rokok elektrik. "Bagi mereka yang sudah telanjur menjadi perokok wajib melakukan upaya dan berusaha semaksimal mungkin untuk berhenti dari kebiasaan mengonsumsi rokok," kata Wawan. (Affan)