Pencarian Berita


KUI UAD Yogyakarta Selenggarakan Program Mahasiswa ke Luar Negeri

KUI UAD Yogyakarta Selenggarakan Program Mahasiswa ke Luar Negeri

YOGYAKARTA  -- Hingga saat ini sudah ratusan orang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang dikirim ke luar negeri.

"Hal ini menunjukkan kerjasama luar negeri yang dilakukan UAD melalui Kantor Urusan Internasional sangat bagus," kata Prof Drs Sarbiran, M.Ed, PhD, yang menambahkan terbukti secara rutin KUI UAD Yogyakarta selenggarakan program mahasiswa ke luar negeri.

Bagi Sarbiran, Wakil Rektor 1 UAD Yogyakarta, ini menunjukkan motivasi mahasiswa UAD Yogyakarta semakin baik dan bagus. "Karena perguruan tinggi harus memiliki mahasiswa dengan motivasi yang bagus dan ke depan mahasiswa akan semakin bagus pula," kata Sarbiran di ruang sidang Kampus 1 UAD Jl Kapas, Umbulharjo, Yogyakarta, Kamis (23/1/2020).

Menurut Sarbiran, koordinasi lembaga lewat KUI cukup bagus dan saling mengingatkan. "Untuk itu pergi ke luar negeri mahasiswa harus membawa paspor, bekal uang, jangan tinggalkan sholat dan berdoa," papar Sarbiran.

Di depan 31 orang mahasiswa UAD Yogyakarta yang akan ke luar negeri, Sarbiran berharap untuk menjaga nama baik UAD Yogyakarta sebagai universitas apik dhewe. "Selain itu harus berani bertanya dan selalu berkomunikasi dengan berbahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuannya," kata Sarbiran.

Tahun akademik 2019 - 2020, UAD Yogyakarta kirim 200 orang mahasiswa ke luar negeri, yang tergabung dalam berbagai program. Para mahasiswa itu dikirim ke berbagai negara di Asia dan Eropa, di antaranya: Malaysia (94), Thailand (58), Philipina (8), Brunei Darussalam (2), Korea Selatan (6), Taiwan (17), China (10), Jepang (7), Jerman (3), Belanda (2), dan Abu Dhabi (4).

Pada bulan Januari 2020 setidaknya ada 5 program yang akan diikuti 31 mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan yang ada di lingkungan UAD Yogyakarta.

Di antaranya adalah program kredit transfer hasil tindak lanjut dari kesepakatan antara UAD dan Universitas Utara Malaysia (UUM) selama 6 bulan atau satu semester sejak bulan Februari hingga Agustus 2020.

Program itu akan diikuti Devi Anggrayni dan Siti Natasya dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan 5 orang mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH): Ridhayana Andi Baso, Yogita Halim, Daffa Nugroho Ramadhan, Muhammad Rizal Sirojudin, Fadhel Muhammad Ikhwansyah.

Selain itu, UAD Yogyakarta juga mengirimkan 2 orang mahasiswinya ke Taiwan: Ina Maryani dan Dinar Nurul Arofah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), yang akan menjalani program kredit transfer selama satu semester di Hungkuang University (HKU), Taiwan.  "Program ini merupakan realisasi dari kerjasama antara UAD dan HKU yang telah disepakati sebelumnya," terang Ida Puspita.

UAD Yogyakarta juga akan mengirimkan 11 orang mahasiswanya untuk mengikuti program “Public Health Short Program” di Hungkuang University pada tanggal 2 - 10 Februari 2020.

Adapun ke sebelas mahasiswa itu adalah: Ahmad Dzaki Burhani, Aulia Putri Nugraheni, Cindi Altika, Dyah Kumalasari Supriyanto, Fitri Aulia, Rina Tri Faizani, Rismala Egitasari, Syania Rizki Amalia, Tasya Danela Lutfiah, Taula Aisy Gusfara dan Widya Ariani.

Pada saat yang sama, UAD Yogyakarta juga mengirimkan 8 orang delegasi pada acara "The 2nd Global Youth Leaders Exchange Program GOGO Gangwon", yang akan dilaksanakan di provinsi Gangwon, Korea Selatan, pada tanggal 8 - 11 Februari 2020. Ke delapan mahasiswa itu adalah: Wasiah Darojatun (Manajemen), Eko Muhammad Rilo Pembudi (Teknik Informatika), Rifqi Luthfi Naldi (Teknik Informatika), Mochammad Adhis Raihan (Bisnis Jasa Makanan), Sakti Oktasari (Hukum), Vina Damayanti (Hukum), Desy Nurgita Irawati (Hukum), dan Izza Qorina (Pendidikan Kedokteran).

Selanjutnya, UAD Yogyakarta juga mengirimkan 3 orang mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia ke Busan University of Foreign Language (BUFS) Korea Selatan. Ke tiga mahasiswa itu adalah: Jihan Syarif, Alifia Nur Laila dan Rindu Putri Utami, yang akan belajar selama satu semester di BUFS di bawah program ASIAN International Mobility for Students (AIMS).

"AIMS ini adalah program beasiswa dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mahasiswa mengambil kredit satu semester di universitas-universitas di Asia," kata Ida Puspita.

Menurut Ida, AIMS merupakan beasiswa yang hanya dapat diakses oleh universitas dalam konsorsium kecil. Dan UAD sudah menerima beasiswa AIMS sejak 2010.

Menurut Ida Puspita, M.A.Res, Kepala Kantor Urusan Internasional UAD Yogyakarta, program pertukaran mahasiswa ke luar negeri membawa dampak positif bagi mahasiswa dan universitas.

"Selain untuk memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa, program semacam ini juga adalah salah satu usaha kampus untuk menuju world class university," kata Ida Puspita. (Affan)