Pencarian Berita


Melalui KKN Mahasiswa UPI, Wujudkan 'Apotek Hidup' di Desa Cilampeni

Melalui KKN Mahasiswa UPI, Wujudkan 'Apotek Hidup' di Desa Cilampeni

CILAMPENI -- Indonesia merupakan negara subur, bahkan ada istilah tongkat kayu saja ditancapkan menjadi tanaman berguna. Baik itu tanaman untuk dikonsumsi, obat-obatan tradisional, bisa juga tanaman untuk mencegah erosi, dan masih banyak lagi.


Suburnya tanah tersebut, dimanfaatkan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Selain memelihara bantaran Sungai Citarum, juga membuat tanaman berguna yang lebih dikenal taman “Apotek Hidup”.


Penanaman apotek direalisasikan masyarakat Cilampeni bersama KKN UPI 2019 hingga 2020 yang terencana sebelumnya, diprakarsai kader-kader Posyandu dibentuk menjadi Kelompok Wanita Petani (KWT) yang didukung penuh Ketua RW. 03. Dasimah.


Apotek Hidup merupakan tanaman obat-obatan keperluan keluarga sehari-hari, seperti Kumis Kucing, Kunyit Putih, Sereh, Daun Mint, dan Cabe Rawit. Kegiatan penanaman sebanyak 50 bibit yang dibawa para mahasiswa, terdiri dari 5 jenis, yang pelaksanaannya berlangsung selama 3 hari.


Terlaksananya Taman Apotek Hidup, bermula dari keinginan masyarakat Cilampeni yang sudah terencana atas anjuran Aparat Desa. Dengan hadirnya para mahasiswa KKN UPI Kelompok 2 diketuai Riadh Alfy, keinginan masyarakat Desa Cilampeni RW. 03, yang akan berakhir 31 Januari 2020, berjalan lancar.


“Saran ibu, kedepannya kita bangun, kita rawat bersama, ibu-ibu disini kan banyak, kita majukan lah apotek hidup di RW. 03, buat kepentingan warga kita semuanya yang membutuhkan”, tutur Siti Julaeha Ketua KWT yang akrab dipanggil mamih.


Sementara, Dasimah,”Adanya apotek hidup di RW. 03 menjadi percontohan RW lainnya di lingkungan Desa Cilampeni, serta menjadi tempat edukasi tentang tanaman bagi masyarakat sekitarnya”, terangnya penuh harap.


“Kedepannya mudah-mudahan, tambah banyak jenis-jenis tanaman obatnya, semua warga, khususnya RW. 03 dapat menyumbang tanaman, begitu juga aparat desa dapat membantu langsung kedepannya”, terang Dasimah penuh semangat. (supry)