Pencarian Berita


Bappenda Sumedang Menargetkan dari Sektor PBB dan P2B Tahun 2020 sebesar Rp 65 Miliar

Bappenda Sumedang Menargetkan dari Sektor PBB dan P2B Tahun 2020 sebesar Rp 65 Miliar

SUMEDANG -- Badan Pengelola Pendapatan Daerah ( Bappenda )  Kabupaten Sumedang, untuk tahun 2019 target P2B sekitar Rp 57 Milyar,dan untuk tahun 2020 mentargetkan sebesar Rp 65 miliar naik sekitar 14% dari Tahun 2019.

Target tersebut berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (P2B)  Perkotaan dan Pedesaan adanya penyusuaian  dari Wilayah Kecamatan Cimalaka sampai Ke Daerah perbatasan Kabupaten Majalengka yaitu Kecamatan Ujungjaya ,Kecamatan Tomo, 
dan dari hasil  penggalian berbagai potensi pajak yang dilakukan oleh Bappenda Kabupaten Sumedang.

Ketika disambangi Indofakta  Kepala Bappenda Kabupaten Sumedang, H.Ramdan Ruhendi Dedy melalui Sekretaris Bappenda  Rohana.M.Si,(20/1/2020) diruang kerjanya mengatakan “  Bappenda terus menggali potensi untuk jadi wajib pajak PBB dan adanya penyusuaian Wilayah mulai Kecamatan Cimalaka sampai Kecamatan Ujanya  dan kita terus melakukan pemutakhiran data wajib pajak.

“Bappenda  untuk tahun 2020 target PBB  sebesar Rp 65 miliar naik sekitar Rp 8 Milyar ( 14 % ) dari Tahun sebelumnya tahun 2019.
Kenaikan ini bukan hanya di Bidang PBB semuanya adanya kenaikan ,BPHTB naik juga “ ujarnya.
Bappenda terus malakukan pengkajian dan  pendataan, karena di wajib pajak pertahunnya selalu saja berubah, dari tanah kosong  hingga  adanya bangunan, maka hal tersebut terus dilakukan pendataan dan pemutahiran data,” katanya,  (20/1/2020), di ruang kerjanya.

Sekretaris Bappenda menambahkan “ Tidak hanya itu yang di lakukan, kegiatan saat ini  melakukan pendataan di sepanjang jalan Cimalaka hingga ke Tomo/Ujungjaya terkait dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) harga tanah yang meningkat.

“Pendataan ini terus kita lakukan dimana harga tanah yang sama, dari tanah di pinggir jalan provinsi dengan posisi tanah di belakang, tentu dengan pendataan kembali pasti  ada perubahan dan kenaikan harga menjadi tidak sama, maka itu peningkatan PAD nya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya di sepanjang jalan Prabu Gajah Agung sudah selesai pendataannya kemarin dan sudah di sesuaikan harga tanahnya. Intinya berbagai potensi dimana ada peluang untuk Wajib Pajak (WP), maka itu akan di data kelanjutnnya akan segera membayar pajaknya sesuai dengan ketentuannya” ujarnya.( riks )