Pencarian Berita


Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Sumedang TA. 2020

Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Sumedang TA. 2020

SUMEDANG -- Potret stunting di Kabupaten Sumedang masih berada di atas rata-rata nasional dan Jawa Barat, yaitu berada di angka 32% menurut data awal di Tahun 2018. Di Jawa Barat sendiri tercatat ada 29,9% atau 2,7 juta balita yang terkena stunting. Angka 32 % tersebut berarti dari 100 bayi di Sumedang, 32 orang mengalami stunting.

Hal tersebut dikatakan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir yang didampingi Wakil Bupati H. Erwan Setiawan pada saat memberikan arahan pada acara Rembug Stunting di Kabupaten Sumedang Tahun 2020, di Gedung Negara, Rabu (15/1/2020).

Dikatakan Bupati, masalah stunting harus menjadi masalah bersama semua jajaran pemerintahan dan pemerintah harus hadir untuk mengatasinya.

"Untuk mengatasi stunting ini, tentunya tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah. Tetapi kewajiban seluruh komponen. Karena pemerintah tidak akan ada artinya tanpa bantuan masyarakat," ujarnya.

Menurut Bupati, kegiatan Rembug Stunting dipandang sangat strategis untuk  memadukan seluruh komponen bersinergi dan berkomitmen bersama serta membulatkan niat dan tekad untuk menjadi bagian solusi mengatasi stunting di Kabupaten Sumedang.

"Untuk itulah konsep pembangunan yang dipakai adalah konsep pentahelix yang memuat lima unsur yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Jika kelima unsur ini bersatu insyaallah segala permasalahan apapun bisa kita atasi," ungkapnya.

Ditambahkan Bupati, mengatasi stunting adalah bagian dari mewujudkan generasi yang kuat lahir dan batin. Apalagi menurut Bupati, investasi SDM akan menjadikan generasi emas pada Tahun 2025.

"Generasi emas ini harus dimulai dari SDM yang unggul dan berdaya saing. Mudah-mudahan stunting ini bisa kita atasi bersama dengan berbagai program dan kegiatan, baik dari pemerintah daerah maupun program dari komponen masyarakat lainnya," ucap Bupati.

Bupati menyebutkan ada delapan aksi konvergensi stunting, aksi pertama adalah analisa situasi. Kedua, rencana kegiatan. Ketiga, rembug stunting. Keempat, Perbup tentang peran desa. Kelima, kader pembangunan manusia. Keenam, manajemen data. Ketujuh, pengukuran dan publikasi. Kedelapan, reviu kinerja tahunan.

"Stunting kita targetkan turun dari Tahun 2018 sampai dengan 2023. Tahun 2020 ini kita targetkan ada di angka 26%, hingga nanti Tahun 2023 kita menargetkan ada di angka 17%," paparnya.

Bupati juga menyebutkan ada 25 desa di Kabupaten Sumedang yang beresiko stunting dan ada 10 desa prioritas pencegahan stunting.

"Sepuluh desa prioritas pencegahan stunting di antaranya, Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua. Desa Suriamedal Kecamatan Surian. Desa Cibungur Kecamatan Rancakalong. Desa Kadakajaya Kecamatan Tanjungsari. Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar. Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari. Desa Pangadegan Kecamatan Rancakalong. Desa Tanjungmedar Kecamatan Tanjungmedar. Desa Kamal Kecamatan Tanjungmedar. Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong" kata Bupati.

Dipaparkan Bupati, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah melaksanakan kesepakatan Rempug Stunting diantaranya, peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, serta peningkatan manajemen data cakupan intervensi program pencegahan dan penanggulangan stunting oleh perangkat daerah.

"Selain itu, pemerintah, lembaga non pemerintah dan masyarakat akan melaksanakan program dan kegiatan dengan prioritas kelompok sasaran berada di desa prioritas pencegahan dan penanggulangan stunting tahun 2020," katanya.

Terakhir Bupati berharap dengan Rembug Stunting semua jajaran pemerintahan bisa menjadi bagian yang mengatasi permasalahan stunting diawali dengan memahami masalah stunting kemudian menghadirkan program kegiatan untuk mengatasi stunting.

"Buat program kegiatan yang berdampak kepada penurunan angka stunting. Susun kebijakan dan  anggaran serta yang berdampak pada pemecahan masalah mengatasi stunting," tukasnya.

Bupati juga menegaskan dengan kegiatan Rembug Stunting tersebut tidak hanya dijadikan seremonial saja, tetapi harus ada follow up dan secara rutin ada rapat koordinasi rutin yang dilakukan berkaitan dengan progres penanganan stunting, sehingga pada akhirnya akan mencapai sasaran dan target.

"Mudah-mudahan kita semua terpanggil untuk mengatasi stunting, menyelamatkan generasi kita menjadi generasi yang unggul yang bisa bersaing di dunia global. Ini harus dimulai sejak dini, dijadikan program kegiatan yang menjadikan tumbuh kembangnya manusia Indonesia termasuk masyarakat Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Rembug Stunting dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sumedang, para Kepala SKPD dan Camat se Kabupaten Sumedang, para Kepala Desa, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama dalam pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Sumedang tahun 2020.(hms/riks)