Pencarian Berita


Mahasiswa UAD Raih Juara LKTI Nasional Chemist In Festival 2019 di Lombok

Mahasiswa UAD Raih Juara LKTI Nasional Chemist In Festival 2019 di Lombok

YOGYAKARTA -- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, adakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Chemist In Festival 2019.

Kegiatan yang diadakan pada tanggal 21-24 November 2019 itu, juga diikuti FKM UAD Yogyakarta, yang persiapannya sudah dilakukan sejak bulan Oktober 2019 dengan dosen pembimbing Oktomi Wijaya, SKM, M.Sc selaku dosen FKM UAD Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, yang ikut lomba ada 70 tim dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia. Dan terpilih sebagai juara pertama adalah tim dari UAD terdiri dari: FKM UAD 2 orang dan FTI UAD 1 orang.

Pada kesempatan itu, Dahlan Muda terdiri dari: Nurma Mustika Aini, Ibnu Mushlih dan Andri Nur Hidayatulloh, menerima tropi juara pertama di ajang LKTIN Chemist In Festival 2019 di Universitas Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 24 Nopember 2019.

Nurma Mustika Aini dan Ibnu Mushlih adalah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UAD Yogyakarta dan Andri Nur Hidayatulloh adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Adapun ide karya tulis itu mereka bermula dari permasalahan angka kecelakaan kerja di Indonesia yang masih sangat tinggi setiap tahunnya. "Sehingga menimbulkan banyak dampak kerugian," terang Nurma Mustika Aini, Rabu (27/11/2019).

Maka, perlu adanya upaya pencegahan kecelakaan kerja dengan mengombinasi terhadap perkembangan teknologi informasi yang semakin maju.

Adanya permasalahan tersebut, Nurma bersama tim membuat gagasan pencegahan kecelakaan kerja dengan perpaduan teknologi. "Sehingga tercipta aplikasi Catherin atau Controlling Occupational Safety and Health Application," kata Andri Nur Hidayatulloh, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi UAD Yogyakarta.

Hal itu, menurut Andri, sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja pada era Revolusi Industri 4.0.

Oktomi Wijaya, SKM, M.Sc selaku dosen FKM UAD Yogyakarta, menyampaikan, keluarga ketiga mahasiswa UAD Yogyakarta itu sangat mensupport penuh. "Keluarga selalu memberi support dan doa agar mereka selalu semangat," kata OktomI Wijaya.

Sementara itu, ketiganya mengaku ada kesulitan yang dirasakan saat kompetisi. "Yaitu ketika persiapan lomba," kata Nurma Mustika Aini.

Menurut Nurma, lomba tersebut bertepatan dengan UTS atau Ujian Tengah Semester dan kegiatan lomba lainnya. Sehingga hal itu membuatnya sedikit susah dalam melakukan persiapan.

Tetapi, baginya, semua harus maksimal. "Semua tantangan harus diselesaikan dengan tuntas, apa pun hasilnya," tandas Nurma.

Seperti disampaikan Danang Sukantar, M.Pd, Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, ke depan Karya Tulis Ilmiah (KTI) tersebut akan terus dikembangkan. "Dan diimplementasikan kepada semua instansi pemerintah maupun swasta agar pekerjanya menjadi produktif," kata Danang.

Dengan kemenangan tersebut, Danang berharap dapat mengembangkan alat tersebut dan menjadikannya pemicu semangat mahasiswa UAD  untuk mengikuti lomba-lomba selanjutnya.

Catherin (Controlling Occupational Safety and Health Application) berfungsi sebagai sarana pekerja untuk melaporkan perilaku atau kondisi yang tidak aman, yang terjadi di lingkungan kerja, kepada pimpinan atau pihak yang bertanggungjawab.

Menu yang ada dalam aplikasi ini, antara lain: statistik data kecelakan kerja dan accident yang terjadi di instansi tersebut.

Selain itu informasi, tips, trik, dan poster motivasi bekerja supaya selamat dan sehat beserta SMK3 dan tentang K3.

Juga ada formulir untuk melaporkan unsafe act dan unsafe condition beserta formulir pemberitahuan tanggapan yang dilakukan.

Menu chat dan grup discussion sebagai sarana untuk saling sharing demi meningkatkan produktifitas bekerja.

Kelebihan dari aplikasi Catherin ini, mudah diakses oleh semua pekerja, adanya partisipasi dalam penerapan K3 (down top dan sebaliknya), faktor penyebab terjdinya kecelakaan kerja dapat secara langsung dilaporkan dan ditindaklanjuti. (Affan)