Pencarian Berita


Kejaksaan Tuntut Mantan KUPT RSUD Lembang Pidana Penjara 12 Tahun

Kejaksaan Tuntut Mantan KUPT RSUD Lembang Pidana Penjara 12 Tahun

BANDUNG  - Kejaksaan melalui JPU (Jaksa Penuntut Umum) Wahyu Sudradjat menuntut agar  dr Onni Habie dijatuhi hukuman pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan. Terdakwa juga dikenakan hukuman pidana denda sebesar Rp200.000 000,- subsidair 6 (enam) bulan kurungan. Selain itu dr Onni Habie dihukum untuk membayar Uang Pengganti sebesar Rp2.000.000.000, (dua miliar rupiah). Apabila terdakwa tidak membayarnya maka dikenakan hukuman pidana penjara selama 4 (empat) tahun. Dalam hal ini terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah).

Hal tersebut terungkap dalam sidang pidana korupsi yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung hari ini (13/11/2019). Selain itu, di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Asep Sumirat, SH.,MH, JPU juga menuntut agar mantan Bendahara RSUD Lembang, Meta Susanti dituntut hukuman pidana penjara 10 tahun dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan dikenakan pidana denda sebesar Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum untuk membayar Uang Pengganti sebesar Rp5.000.000.000,- (lima miliar rupiah) lebih. Bila tidak membayar maka dikenakan hukuman pidana penjara selama 5 (lima) tahun serta membayar biaya perkara. Meta Susanti telah mengembalikan uang kerugian negara Rp5.000
000,- (lima juta rupiah).

Kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama serta melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) jo. Pasal 64 KUHPidana Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana Dakwaan Pertama. Perbuatan terdakwa yang melakukan penyelewengan dana klaim BPJS RSUD Lembang tersebut  telah merugikan keuangan negara sebesar Rp7.7.00.000.000,- (tujuh miliar tujuh ratus juta rupiah).

Terdakwa Dr. Onni Hasbih dan Meta Susanti dalam perkara bernomor : 53/Pid.Sus/TPK/2019/PN.Bdg,  menggelapkan dana klaim BPJS di RSUD Lembang sebesar Rp7,7 miliar, dari total keseluruhan dana klaim sebesar Rp11,4 miliar selama periode 2017 hinggga September 2018. Penyidik telah memeriksa tak kurang dari 24 orang saksi, menyita barang bukti berupa 43 dokumen, 16 buah barang berupa tas Gucci dan hiasan dinding, 5 set meubeler yang terdiri dari meja kursi dan tempat tidur dan lemari.

Perbuatan dilakukan secara bertahap oleh 2 terdakwa.  Pada periode 2017 dana klaim BPJS RSUD Lembang ada Rp5,5 miliar, kemudian pada September 2018 terkumpul sampai Rp5,8 miliar. Total dana klaim RSUD Lembang dari 2017 hingga September 2018 Rp11,4 miliar. Jumlah tersebut mestinya disetorkan semua ke Kas Daerah KBB. Namun yang disetorkan kedua tersangka ke Kas Daerah KBB hanya Rp3,7 miliar.

Adapun uang yang dikorupsi digunakan tersangka untuk membeli tanah dan rumah di Provinsi Jambi serta tas mewah. Sidang dilanjutkan minggu mendatang dengan agenda pembacaan Nota Pembelaan (Pledoi). (Y CHS).