Pencarian Berita


Kasus Dugaan Kecurangan Kasir Brastagi Supermarket Viral di Medsos Berbuntut Panjang

Kasus Dugaan Kecurangan Kasir Brastagi Supermarket Viral di Medsos Berbuntut Panjang

MEDAN - Kasus dugaan kecurangan kasir Berastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto, Medan yang beberapa hari lalu sempat viral di Medsos berbuntut panjang.

Pasalnya, salah seorang konsumen bernama, Elpina Idola br Malau bersama suami nya, Ronal Augus Rikardo Tambunan yang berbelanja di Berastagi Supermarket merasa dirugikan oleh oknum kasir bernama, Bettri Yanti br Panjaitan. Sehingga, dugaan kecurangan itu di viralkan oleh, Elpina Idola br Malau melalui media sosial (Medsos) dengan akun Facebook milik, Elpina Idola br Malau.

Berjalan dengan viralnya kecurangan oknum kasir tersebut, sehingga pihak dari keluarga Bettri Yanti br Panjaitan (oknum kasir) yang diwakilkan kedua orang tuanya, beberapa waktu lalu mendatangi rumah kediaman Elpina Idola br Malau untuk meminta maaf.

Namun, oleh Elpina meminta kedua orang tua oknum kasir, agar Bettri lah yang seharus datang meminta maaf. Akan tetapi, sejalan dengan itu, niat baik Elpina yang menerima permintaan maaf sang kasir bila yang bersangkutan datang sendiri menyatakan maaf, hingga sampai saat ini tidak kunjung datang.

Ironisnya, entah apa yang merasuki hatinya, oknum kasir bernama, Bettri Yanti br Panjaitan melaporkan, Elpina Idola br Malau ke Polda Sumut sesuai Surat Laporan Polisi No : LP/1014/VII/2019/SUMUT/SPKT III. Tanggal 18 Juli 2019 dengan pelapor, Bettri Yanti br Panjaitan.

Atas laporan tersebut, Elpina Idola br Malau, oleh pihak Kepolisian sesuai Surat Panggilan No : S.pgl/1596/X/2019/Ditreskrimsus Polda Sumut dipanggil guna kepentingan pemeriksaan penyidikan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Kemudian, sesuai surat perintah penyidikan No : Sp. sidik/169/IX/2019/Ditreskrimsus Tanggal 23 September 2019, penyidik memanggil, Ellpina Idila br Malau dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit V Ditreskrimsus Polda Sumut, Iptu Josia SH dan penyidik pembantu Bripka Charles Panjaitan pada, Selasa 05 November 2019.

Dimana, pemanggilan saksi menjadi tersangka untuk dimintai keterangan dalam perkara dugaan tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaram nama baik sebagai mana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) Yo Pasal 45 ayat (3) Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektonik.

Menyikpai hal ini, Irwan Sitanggang SH dan Agung Harja SH selaku kuasa hukum, Elpina Idola br Malau sangat menyayangkan apa yang telah dialami klien nya. Menurutnya, penetapan tersangka terhadap klien nya, disinyalir adanya kejanggalan.

"Kalau saya lihat, SPDP belum diserahkan kepada klien saya. Begitu juga dengan saksi yaitu suami klien saya yang tidak ada dilakukan pemeriksaan oleh pihak penyidik yang pada saat peristiwa adanya kecurangan penambahan pembayaran belanjaan dilakukan kasir Brastagi Supermarket, suami klien saya berada di lokasi. Begitu juga, penyidik tidak ada menjadikan struk sebagai alat bukti. Bahkan, penyidik dalam hal ini, hanya memeriksa saksi (terlapor) dan menyita bukti yang menguntungkan bagi pelapor," ungkap Irwan Sirtangang, Selasa (12/11/2019) kepada wartawan.

Kemudian, Irwan Sitanggang SH menambahkan, kalau klien nya di nyatakan telah melakukan pencemaran nama baik terhadap seseorang, menurut Irwan, dengan apa yang dipersangkakan pihak penyidik, sangat tidak terbukti.

"Itu namanya bukan pencemaran nama baik. 
Akan tetapi terkesan dipaksakan. Dan saya menduga, adanya pihak perusahaan Berastagi Supermarket disinyalir ikut melakukan upaya untuk bagaimana klien saya menjadi tersangka agar, Berastagi Supermarket yang namanya sudah besar dan atas viralnya video kecurangan seorang pegawai kasir nya, tidak menjadi sorotan publik lebih banyak," terang Irwan Sitanggang.

Dan apabila nanti, penyidik tetap menyatakan klien saya tersangka, saya selaku kauasa hukum terlapor akan melakukan upaya langkah Prapradilan, pungkas Irwan Sitanggang.

Untuk diketahui, Elpina Idola br Malau dan suaminya Ronal Augus Rikardo Tambunan berbelanja kebutuhan pokok sehari. Namun, saat pembayaran, kedua nya merasa curiga dengan harga yang tercantum didalam strok pembayaran. Dimana dua barang belanjaannya yakni, Krupuk Sibolga yang dibelinya 1 (satu) dan Susu Enfamil 1 (satu), namun tertera di strok pembayaran menjadi dua.(anto)