Pencarian Berita


Terkait Isu Meninggalnya Kades Di Tasikmalaya Asintel Kejati Jabar Tantang Penyebar Berita Bohong

Terkait Isu Meninggalnya Kades Di Tasikmalaya Asintel Kejati Jabar Tantang Penyebar Berita Bohong

BANDUNG -- Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menantang penyebar berita bohong terkait adanya isu seorang Kepala Desa meninggal dunia karena merasa ditekan oleh Jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya. Kepada para pihak yang menyebarkan informasi yang tidak benar dan merusak Citra Kejaksaan kami akan bertindak tegas dengan menelusuri sumber berita bohong tersebut dan akan memprosesnya secara hukum.

Hal tersebut dikemukakan oleh Dr. Patris Yusrian Jaya, SH ,MH hari ini (5/12/2019). Ditemui di ruang kerjanya, Asintel Kejati Jabar itu sudah melakukan penelusuran di Kejari Kabupaten Tasikmalaya kemarin. Diakui oleh Asintel bahwa ada kegiatan penegakan hukum oleh Kejari Kabupaten Tasikmalaya terhadap beberapa Kepala Desa yang diduga melakukan penyalahgunaan Keuangan Desa yang dananya bersumber dari APBN dan APBD baik dalam tahap Penyidikan maupun Penuntutan. Dari hasil penelusuran tidak ditemukan adanya Kepala Desa yang meninggal dunia karena diintimidasi oleh Jaksa Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Masih menurutnya, "kepada para Kepala Desa kami himbau untuk tidak mudah terhasut dan percaya terhadap isu yang belum dipastikan kebenarannya ; tidak usah merasa takut apabila sudah bekerja dengan baik dan menggunakan Keuangan Desa sesuai dengan peruntukan dan dilengkapi dengan bukti-bukti yang cukup. Kejaksaan melalui JAGA DESA siap membantu dan mendampingi para aparatur  Desa dalam melaksanakan tugasnya."

Asintel Kejati Jabar lalu menghimbau, "apabila ada oknum Kejaksaan yang melakukan intimidasi atau perbuatan tercela lainnya, silahkan laporkan ke Bidang Pengawasan dan akan kami tindak tegas," ungkapnya.

Dari informasi yang diperoleh indofakta bahwa kemarin Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/11/2019) didatangi ratusan aparatur desa se-Kabupaten Tasikmalaya.  Mereka mengeluhkan adanya oknum Kejaksaan yang diduga sering melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa dan mempersoalkan penegakan hukum yang tidak dilakukan dengan seksama oleh petugas Kejaksaan sehingga mengganggu kegiatan pemerintahan desa. Mereka juga menginformasikan bahwa ada Kepala Desa yang diintimidasi dan dugaan pemerasan itu bisa dibuktikan dengan bukti percakapan maupun bukti penyetoran. Kepala Desa itupun mengalami stress akhirnya meninggal dunia. (Y CHS).