Pencarian Berita


PC NU Sumedang Gelar Istighotsah Akbar dan Gebyar 1 Milyar Sholawat Nariyah

PC NU Sumedang Gelar Istighotsah Akbar dan Gebyar 1 Milyar Sholawat Nariyah

SUMEDANG -- Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2019 yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2019, PC NU Kabupaten Sumedang menggelar Istighotsah Akbar dan Gebyar 1 Milyar Sholawat Nariyah di Graha Asia Plaza Sumedang, Senin (21/10), yang ditujukan untuk keselamatan bangsa.

Acara yang mengusung tema "Santri Unggul Indonesia Makmur" ini diikuti oleh sekitar 3000 peserta yang terdiri dari para santri pondok pesantren se-Kabupaten Sumedang, Muslimat dan Fatayat NU, majelis taklim, dan siswa-siswi dari berbagai sekolah di Kabupaten Sumedang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, unsur Forkopimda, Ketua MUI, Ketua PCNU, Kepala Kemenag, para pengurus MWCNU, para pimpinan pondok pesantren, dan tamu undangan lainnya.

Bupati dalam sambutannya mengatakan terdapat tiga kata kunci bagi para santri untuk menjadi garda terdepan dalam membangun bangsa dan negara.

Pertama, santri harus instiqomah menjadi kader NU. Kedua, dalam mengaji para santri harus mempunyai guru dengan ilmu yang jelas. Ketiga, para santri harus tunduk dan patuh pada ulama.

"Saya berharap seluruh santri harus tetap mengedepankan nilai-nilai Islam dengan faham ahlussunnah wal jama'ah, Islam yang senantiasa menyebar kebaikan, kedamaian, dan menjadi rahmat untuk seluruh alam semesta (rohmatan lil alamin), rahmat untuk sesama manusia" ujarnya.

Bupati menilai kegiatan Istighotsah dan Gebyar 1 Milyar Sholawat merupakan kegiatan yang akan menjadikan para santri lebih termotivasi untuk lebih memberikan kontribusi yang lebih positif untuk negara Indonesia.

"Dengan istigotsah ini, kita memasrahkan diri kita untuk berdoa kepada Allah dan berharap dari-Nya untuk diberi keselamatan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini," ungkapnya.

Menurut Bupati, Hari Santri Nasional diperingati sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para santri yang telah ikut berjuang mengorbankan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan dan menjaga kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ini bentuk perhatian pemerintah kepada para santri yang telah ikut memerdekakan bangsa ini. Untuk itulah setelah merdeka, kewajiban para santri adalah untuk menjaga, mempertahankan, dan mengawal NKRI yang kita cintai dari rongrongan yang ada dari luar maupun dalam," tegasnya.

Bupati menambahkan, tantangan para santri ke depan akan semakin berat. Untuk itu, Bupati meminta kepada para santri untuk hadir mengatasi masalah dan menghadapi tantangan serta memformulasikan solusi atas persoalan bangsa dan umat.

Bupati meminta, santri harus menjadi bagian paling depan untuk menjaha NKRI serta  menjadi penangkal paling depan atas anarkisme, radikalisme, dan terorisme yang sekarang semakin marak.

"Kalau kita hadir menjadi bagian solusi, kita harus memiliki keilmuan, keahlian, dan daya saing yang baik. Untuk itu, di era transformasi digital seperti saat ini para santri harus melek digital dan gunakan untuk kebaikan," pungkasnya.

Terakhir Bupati mengajak kepada seluruh santri yang hadir dalam rangka mengisi kemerdekaan para santri diharapkan tetap belajar, berjuang, bertaqwa dan berkarya untuk negara Indonesia.

Pada acara tersebut dilakukan pula penyerahan Panji Resolusi Jihad NU dari Tim Kirab Panji yang sudah berkeliling ke beberapa kecamatan kepada Ketua PC NU Sumedang KH. Idad Istidad.(hms/riks)