Pencarian Berita


YUNAN : UCAPAN POLITISI PDIP MASINTON LUKAI HATI PARA JAKSA

YUNAN : UCAPAN POLITISI PDIP MASINTON LUKAI HATI PARA JAKSA

BANDUNG - Ketua Umum Baladhika Adhyaksa R. Yunan Buwana melalui rilisnya yang diterima Indofakta hari ini (20/10/2019) mengecam ucapan politisi PDIP Masinton Pasaribu yang menyebut para Jaksa Agung Muda di Kejagung RI dengan ungkapan Ayam Sayur dan tidak pantas menjadi Jaksa Agung.

Ucapan tersebut sangat disayangkan keluar dari salah satu tokoh politisi PDIPerjuangan yang duduk di komisi III DPR RI tersebut.

"Hal tersebut tentunya telah melukai hati para Jaksa se-Indonesia, tidak pantas ucapan tersebut dikeluarkan oleh beliau selaku Anggota DPR RI, kami menduga ada calon Jaksa Agung yang digadang-gadang beliau dan berasal dari luar internal Kejaksaan namun cara beliau menilai para JAM yang mempunyai integritas sedemikian baiknya seperti ayam sayur membuat kredibilitas yang dibangun Kejaksaan Agung RI dengan segala prestasi yang ada selama ini dinilai sebelah mata oleh Masinton," ujar Yunan

Hak menentukan Jaksa Agung adalah Hak Preogratif Presiden. Tentunya sikap Masinton yang ngotot dan bermuatan tersebut sangat kasar sekali dan melukai para Jaksa yang ada, kami berharap Saudara Masinton mau legowo menarik ucapannya serta meminta maaf kepada para Jaksa di Indonesia tandasnya

Seperti diberitakan Masinton juga menilai bahwa saat ini tidak ada figur internal yang layak menjadi Jaksa Agung. Memang jika dipertimbangkan dari sisi karir, maka yang menjadi kandidat Jaksa Agung adalah para JAM.

“Tapi, para JAM sekarang ayam sayur. 6 JAM itu semuanya ayam sayur. Tidak ada yang pantas jadi Jaksa Agung,” ujar dia.

Keenam JAM yang dimaksud Masinton yakni Jamintel Jan Maringka, Jampidsus Adi Toegarisman, Jamwas M. Yusni, Jamdatun, Loeke Larasati (mantan) Jampidum, Noor Rochmad (mantan) dan Jambin.

Pada kesempatan itu, Masinton Pasaribu mengatakan Jaksa Agung yang baru sudah dinanti oleh tugas nan berat yaitu harus menjaga keagungan institusi kejaksaan. “Institusi Kejaksaan harus dijaga keagungannya. Di Indonesia cuma ada dua institusi yang agung, Jaksa Agung dan Mahkamah Agung. Makanya, tidak bisa kalau Jaksa Agungnya ayam sayur,” kata dia menegaskan.

Masinton lalu menyebut sejumlah kriteria ideal Jaksa Agung. Figur Jaksa Agung, menurutnya, harus kompeten, melakukan pembenahan internal dan mampu menjadikan kejaksaan non partisan.

“Juga ada beberapa persoalan yang belum selesai sampai sekarang. Terutama kasus pelanggaran HAM. Tugas Jaksa Agung kedepan, Jaksa Agung bersama Komnas HAM duduk bareng menyeleasikan kasus pelanggaran HAM,” ujar Masinton. (Y CHS/Rls-RYB).