Pencarian Berita


Persiapan Soft Launching Museum Muhamadiyah

Persiapan Soft Launching Museum Muhamadiyah

YOGYAKARTA  -- Jelang soft launching Museum Muhammadiyah, berbagai persiapan terus dilakukan dan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga melakukan koordinasi. Dikarenakan pembangunan museum batch II direncanakan selesai Desember 2019.

Bangunan Museum Muhammadiyah pertengahan November 2019 -- bertepatan Milad Muhammadiyah ke-110 -- telah mencapai 70 persen. Sedangkan struktur akan selesai 30 Desember 2019, dilanjut sistem swakelola.

Adapun bantuan Rp 40 miliar dari dana keistimewaan DIY untuk pengadaan konten Museum Muhammadiyah.

Berkaitan hal itu, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah melakukan penyusunan rencana pengisian konten Museum Muhammadiyah.
 

Mimpi Muhammadiyah untuk memiliki museum tinggal selangkah lagi. Sumbangsih Muhammadiyah wilayah se-Indonesia sangat luar biasa untuk mewujudkan mimpi ini. 

Dalam rangka mengumpulkan pernak-pernik artefak, regalia, pictorial atau dokumen-dokumen penting mengenai Muhammadiyah, MPI PP Muhammadiyah mengumpulkan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) dan MPI PWM dari 4 wilayah: DIY, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Barat, untuk dapat memberikan informasi yang bisa menjadi koleksi Museum Muhammadiyah.

"Dengan semakin banyaknya koleksi yang bisa terkumpul diharapkan Museum Muhammadiyah bisa menjadi museum berkemajuan di Indonesia," ungkap Prof Dr Dadang Kahmad, MSi, Ketua PP Muhammadiyah, Ahad (20/10/2019).

Daerah-daerah yang sudah ditunjuk untuk mengisi zonasi itu agar menyiapkan diri menjelang November 2019 saat soft launching museum Muhamadiyah.

Di samping untuk exhibition juga ada storylinenya di museum ini.

Pendirian museum ini, menurut Dadang Kahmad, merupakan upaya PP Muhammadiyah untuk melakukan pendokumentasian kiprah dan sejarah Muhammadiyah yang sudah memasuki abad kedua.

Dengan mengusung tagline mencerahkan dan menginspirasi, museum ini diharapkan dapat menjadi media informasi dan transformasi nilai. "Selain itu, museum ini juga akan menjadi sarana edukasi dan rekreasi bagi warga Muhammadiyah," kata Dadang Kahmad.

Museum Muhammadiyah diharapkan akan menjadi museum yang layak untuk dikunjungi. Selain sebagai wahana edukasi dan rekreasi, juga sebagai pusat riset tentang dinamika gerak persyarikatan.

Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hj Widiyastuti, SS, MHum, mengatakan, Museum Muhammadiyah juga akan menjadi museum pertama di Indonesia yang secara eksplisit mendeklarasikan dirinya sebagai museum yang menyajikan secara khusus tentang dinamika sebuah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Rencananya, museum yang dibangun di atas lahan seluas 2.600 meter persegi dengan bangunan empat lantai, berkonsep mezanin yang ramah terhadap lansia, difabel dan anak-anak. 

Bangunan museum ini juga didesain dengan mengusung modernitas yang membalut koleksi dan narasi bersejarah Muhammadiyah.

Bagi Muhammadiyah, museum adalah lahan baru untuk berkiprah dalam memajukan peradaban bangsa.

Jangan tanya soal pendidikan, kesehatan, kebencanaan, atau pemberdayaan. Disampaikan Dr Muchlas MT, Ketua MPI PP Muhammadiyah, selama ini Muhammadiyah sudah menorehkan banyak catatan untuk negeri ini. "Bukan latah, tapi memang sudah seharusnya Muhammadiyah memiliki museum," papar Muchlas.

Di sela-sela pertemuan Tim Museum Muhammadiyah yang membahas konten zonasi di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cikditiro 23, Yogyakarta, terungkap MPI PP Muhammadiyah bekerjasama dengan banyak pihak, terkait konten zonasi museum.

Pada kesempatan itu perwakilan MPI  wilayah DIY, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Barat sampaikan konten museum dan artefak dari daerah-daerah tersebut.

Museum Muhammadiyah nantinya akan menjadi museum milenial. Selain warna cerah pada bangunan, museum ini  dilengkapi dengan jalur khusus untuk difabel. Karena museum itu memang mengangkat tema ramah difabel, lansia, dan ramah anak.

Museum itu nantinya akan menjadi museum yang dinamis, ekspresif, sarat akan sejarah dan bernilai wisata. (Affan)