Pencarian Berita


Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Setop Peredaran Obat lambung Ranitidine Injeksi/Tablet

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Setop Peredaran Obat lambung  Ranitidine Injeksi/Tablet

SUMEDANG -- Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang  telah menghentikan peredaran Obat lambung  Ranitidine ,obat ini ditarik peredaranya setelah ramai pemberitaan media,bahwa obat lambung yang satu ini dapat menyebabkan penyakit  kanker.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten 
Sumedang Dadang Sulaeman yang baru menjabat hampir bulan  ketika disambangi diruang kerjanya (17/10) mengatakan,"
Obat ranitidine yang dihentikan peredarannya di Sumedang bukan hanya ranitidie cairan injeksi yang mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA), sebagaimana surat Edaran BPOM yang dikeluarkan , tetapi termasuk juga ranitidine tablet.

“Untuk ranitidine cairan injeksi yang mengandung NDMA ini sudah jelas dilarang oleh BPOM, dan untuk ranitidine tablet juga kami larang peredarannya di Sumedang,” ujarya.

Dadang menyebutkan, pelarangan peredaran ranitidine tablet yang dilakukan Dinas Kesehatan Sumedang ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat  pada umumya warga Sumedang.

“Dadang menjelaskan “ kami akui walau pun saat ini hanya ada lima jenis ranitidine berbentuk cairan injeksi yang ditarik peredarannya, namun tetap saja masyarakat merasa was-was menggunakan ranitidine jenis lainnya. Misalnya, ranitidine tablet,”katanya.

Dadang menjelaskan, untuk Puskesmas di Sumedang selama ini memang tidak pernah menggunakan ranitidine berbentuk cairan injeksi termasuk ranitidine tablet.

Namun, kata Dadang, untuk beberapa klinik swasta ada yang menggunakan ranitidine tablet untuk obat lambung telah kita sampaikan ,agar jangan menggunakan obat ranitidene injeksi dan tablet.
Dadang menerangkan, untuk pelarangan penggunaan ranitidine tablet di Sumedang ini berlaku sampai ada informasi lebih lanjut dari pihak BPOM,dan batasnya kita tidak mengetahuinya,hanya BPOM lah yang jauh lebih mengetahuinya.

“Kami juga rencananya akan melakukan pengawasan ke apotek-apotek terkait ranitidine, dalam pelaksanaannya akan menggandeng pihak BPOM,” jelas Dadang.
Semementara itu, sebelumnya pemerintah melalui BPOM menarik produk ranitidine setelah terdeteksi mengandung NDMA.

Adapun, jenis ranitidine yang ditarik peredaranya antara lain"ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan pemegang izin edar PT Phapros Tbk serta beberapa produk lainya antara lain"produk ranitidine terdeteksi NDMA yang ditarik sukarela adalah Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL dari PT Global Multi Pharmalab,dan  Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ML dari PT Indofarma,ujarnya.(riks)