Pencarian Berita


Ceramah di Unkhair: Suparman Menyoal Pendidikan Matematika di Era Revolusi Industri 4.0

Ceramah di Unkhair: Suparman Menyoal Pendidikan Matematika di Era Revolusi Industri 4.0

YOGYAKARTA  -- Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam hal inovasi pembelajaran, media pembelajaran, model-model pembelajaran yang terkini dan sesuai tuntutan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0, Dr Suparman, MSi, DEA sampaikan ceramahnya dalam seminar nasional di Universitas Khairun Ternate, Sabtu (12/10/2019).

Pada kesempatan itu, dalam keynote speaker seminar nasional "Pengembangan Inovasi Pembelajaran Pendidikan Matematika dan IPA di Era Revolusi Industri 4.0" yang diadakan Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Khairun Ternate, Suparman menyampaikan bahwa inovasi pembelajaran dilakukan dengan cara mengintegrasikan kemampuan abad 21.

"Yaitu kreatifitas, berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi serta kolaborasi," kata Suparman di ruang Program Studi S2 Magister Pendidikan Matematika Kampus 2 UAD Jl Pramuka 42 Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (14/10/2019). 

Selain itu, dikatakan Suparman, juga disampaikan inovasi pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan literasi informasi, literasi media, dan literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Ketua Prodi MPMAT UAD Yogyakarta, Dr Suparman, MSi, DEA, mengatakan, revolusi industri ke empat menjadikan Indonesia untuk lebih maju dalam pengajaran dan pembelajaran matematika sekolah.

Makanya, kurikulum matematika sekolah mencakup banyak fakta, ketrampilan, prosedur, dan konsep. “Guru matematika diharapkan untuk mengajar sambil menanamkan sikap positif terhadap matematika dan memotivasi siswa untuk belajar secara matematis,” kata Suparman.

Dikatakan Suparman, saat ini guru hadapi beberapa kendala. “Untuk itu, guru didorong dapat memanfaatkan teknologi informasi dan harus familiar,” kata Suparman.

Tak kalah menariknya, di tempat terpisah di lingkungan Universitas Khairun Ternate, dalam kuliah tamu Suparman pun sampaikan apa itu hakikat penelitian pendidikan matematika.

Dikatakan Suparman, hakikat penelitian pendidikan matematika adalah suatu usaha untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan cara-cara ilmiah.

Lalu, apa saja model-model pendekatan penelitian pendidikan kualitatif dan kuantitatif, prosedur atau langkah-langkah penelitian? "Pendekatan dalam penelitian pendidikan matematika meliputi kuantitatif, kualitatif, dan campuran," tandas Suparman lagi.

Suparman pun berharap, setelah belajar metodologi penelitian pendidikan matematika ini, mahasiswa dapat membuat proposal penelitian matematika, melaksanakan penelitian matematika, dan membuat laporan penelitian matematika. "Sehingga mahasiswa bisa menyelesikan skripsi dalam kurun waktu satu semester saja," kata Suparman.

Secara spesifik, menurut Suparman, biasanya dalam metodologi penelitian pendidikan matematika membahas populasi dan sampel penelitian, instrumen penelitian, desain penelitian, teknik pengumpulan data, analisa data, dan penarikan kesimpulan.

Selain itu, juga dibahas tentang mengindentifikasi masalah, merumuskan masalah, dan variabel penelitian. (Affan)