Pencarian Berita


Kawal Demokrasi dan Kebijakan Negara Lewat Pameran Seni

Kawal Demokrasi dan Kebijakan Negara Lewat Pameran Seni

YOGYAKARTA  -- Pers mahasiswa punya peran penting dalam menjaga keseimbangan antara birokrasi kampus dan mahasiswa serta memiliki tugas sebagai kontrol sosial.

Maka sudah menjadi sebuah tanggung jawab untuk mengawal demokrasi dan kebijakan yang dibuat negara. Setidaknya di kampusnya sendiri. 

Untuk merayakan dan mengambil semangat dari ulang tahun LPM Pressisi ke-8, maka Pressisi akan mengadakan Pameran Seni dan Arsip Jurnalistik "Visioner Berestetika". Diambil dari tagline LPM Pressisi yang berarti memiliki pandangan luas, lintas disiplin dan ke depan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip estetika dan artistik. 

Sedangkan subjudul "berpikir dan bekerja keras" diambil dari konsep karya instalasi yang dibuat oleh tim pameran pressisi "Pintu Buku" dan "Pohon Kritik". 

Pameran ini, menurut Citra Conde S, lebih banyak menampilkan arsip karya seni ilustrasi dan fotografi jurnalistik yang mencerminkan sosial, politik dan budaya dalam kampus maupun di luar kampus.

"Dan kita juga bisa menyimpulkan bahwa karya-karya seni tersebut yang membentuk keadaan sosial, politik dan budaya kita," kata Citra Conde, Rabu (2/10/2019).

Bagi Citra, jurnalisme bergambar memiliki sejarah panjang yang terbukti dalam komentar sosial seniman yang menarik dan beragam. 

Analogi seni sebagai cermin yang mencitrakan realitas sosial dan budaya serta sebagai palu yang membentuk masyarakat adalah sebuah ideologi yang dipakai dalam visual thingking (berpikir visual) jurnalistik.

Mengutip art director Steven Heller: ilustrasi konseptual melayani dua tujuan, yaitu menyediakan makna dan komentar, Citra mengatakan hal itu memberikan citra dari kepribadian visualnya. 

"Hal ini merupakan hal yang biasa untuk menggambarkan bentuk pencitraan sebagai konseptual," kata Citra sambil menyiratkan cara menggambarkan konten dengan memanfaatkan sejumlah ide dan metode komunikasi, ilusi, simbolisme, dan ekspresionisme. 

Sementara, bahasa visual khusus ini masih berhasil. Dan sesuai untuk rekonstruksi dramatis di semua konteks praktik ilustrasi jurnalistik, kebutuhan untuk mengekspresikan ide dari sebuah tulisan yang menggambarkan adegan kata demi kata berarti ilustrasi konseptual sekarang menjadi gaya yang dominan. 

Pameran yang dikuratori Anam Khoirul ini akan dibuka Dr Stepanus Hanggar Budi Prasetya, S.Sn, M.Si pada tanggal 4 Oktober 2019 pukul 16.55 WIB di Galeri Fajar Sidik, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km 6,5 Sewon, Bantul.

Kali ini, LPM Pressisi menggandeng 6 LPM lain di Yogyakarta: LPM Balairung UGM, LPM Himmah UII, LPM Pilar Demokrasi UII, LPM Arena UIN Sunan Kalijaga, LPM Rethor UIN Sunan Kalijaga, dan LPM Poros UAD Yogyakarta. Selain itu 3 anggota Pressisi dan 4 demisioner Pressisi akan ikut berpartisipasi. 

Pameran yang akan berlangsung hingga tanggal 10 Oktober 2019 dengan sejumlah kegiatan lain sebagai bagian dari rangkaian acara pameran. (Affan)